Retreat Prabowo Penegasan Kepala Daerah Pelayan Rakyat

Retreat Prabowo Penegasan Kepala Daerah Pelayan Rakyat

Sinar5news- Ciputat- Retreat ala Prabowo di Magelang yang memasukkan semua kepala negara ke camp trening untuk penyatuan visi misi pemerintah yang good government adalah keinginan kita semua. Hadirnya percepatan bukan saja pembangunan fisik infrastruktur tapi ke depan penting membangun SDM unggul untuk mengelola dan mengisi pembangunan yang sudah di sediakan pemerintah sebelumnya. Inilah makna keberlanjutan pembangunan untuk Indonesia emas.

961 kepala daerah yang dilantik secara resmi di istana negara kemudian mereka semua wajib masuk camp pelatihan retreat di Akmil Militer Magelang. Kesakralan acara kenegaraan ini sedikit ternodai dengan tidak ikutnya bergabung kepala daerah dari partai PDI Megawati dari awal banyak yang bolos.

Tentu rakyat bisa menilai kepatuhan partai menjalankan amanah kepemerintahan, UUD kita jelas bahwa Presiden adalah kepala pemerintahan dan juga sebagai panglima teeringgi. Dari berbagai kalangan tokoh bangsa baik yang di kampus maupun di lembaga pemerintahan menyayangkan ketua partai yang melarang kepala daerahnya hadir belum dapat memahami makna oposisi sesungguhnya.

Dalam diskusi forum kebangsaan Loyalitas kepada negara harus lebih tinggi dari partai. Lingkton, ketika sudah masuk dalam ranah negara maka kepentingan yang lain mesti dipinggirkan, Maslahah ummah wajib didahulukan di nomer satukan.

Retreat ini sangat strategis bagian integral sebagai pondasi melanjutkan pembangunan. Contoh real, banyak sekali waduk sudah dibangun pemerintah sebelumnya, praktis irigasi hanya mendapatkan 17 %. Sudah 20 tahun kita memproklamirkan jalan otonomi. Anehnya, agenda pusat sering tidak dijalankan pemerintah daerah. Inilah makna retreat menyatukan visi misi pembangunan untuk Indonesia emas.

Banyak kalangan menilai Perlawanan politik, respon politik manuver politik PDI adalah opsi kekecewaan atas tertangkapnya sekjen mereka. Tatkala semua elemen dilihat dari kaca mata politik, sampai acara sakral model retreat mereka tidak hadir sudah sangat amburadul. Partai politik agar tidak menjadi penghalang atas gagasan dan upaya negara mensejahterakan rakyat.

Pola relasi antar pusat dan daerah dengan situasi efesiensi mayoritas kepala daerah akan sangat tergantung sama pusat. Otonomi jangan diartikan liar oleh kepala daerah sehingga bisa bebas melakukan kebijakan yang tidak nyambung dengan pusat. Praktek lama kedepan harus dibenahi. Inilah fungsi retreat menyatukan visi misi sebagai pelayan rakyat bukan partai.

Retreat ini bagaimana mensinkronisasikan antara kebijakan pusat dan daerah
Kita ini adalah negara kesatuan. Dalam kontek itu, kolaborasi kebijakan yang terarah mesti dipadukan untuk mengedepankan kepentingan negara masalahul amamah kepentingan umum, sinergisitas adalah konci semua agar agenda kesejahteraan rakyat dapat tercapai.

Terlihat jelas oleh publik pemimpin partai yang negarawan dan mengedepankan egosektoral. Bagaimana mungkin kebijakan program Presiden akan lancar jika kepala daerah tidak dapat menjalankan dengan baik semua roll model program percepatan pusat. Tentu ini sangat tidak elok sebagai anak bangsa NKRI tatkala ada yang menentang program bagus negara. Retreat ini bukan hanya untuk saling kenal mengenal satu dengan yang lain. Yang lebih esensial adalah menyamakan frekwensi membangun negara untuk percepatan menghadirkan Indonesia emas.

Silahkan menjadi oposisi sehingga pemerintah ada yang mengawasi dalam menjalankan amanah menjalankan roda pemerintahan. Oposisi harus diletakkan dalam proposional sehingga nyambung dan itu letaknya ada di parlemen. Lain halnya dengan kepala daerah yang merupakan bagian dari negara kesatuan yang integral dengan pimpinan pusat. Oposisi harus diterjemahkan dengan baik agar semua pihak konsen dengan hal itu. Indonesia adalah negara kesatuan bukan federal jangan sampai ada negara dalam negara.

Pimpinan partai semestinya dalam kontek relasi harus lebih proposional obyektif tidak membawa egosektoral dengan memasung kepala daerah dalam kontak kebijakan negara. Sehingga, dapat merusak tatanan kehidupan terkhusus daerah yang dipimpin oleh kepala daerah yang berasal dari partai yang ogah mengikuti pelatihan camp. ( Presiden FK)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA