Menggetarkan Hati di Kampus UI: Marolah Abu Akrom Sampaikan Kultum Ramadan di Masjid At-Tauhid Arif Rahman Hakim
Jakarta, Sinar5News.com – Suasana Ramadan yang penuh berkah menghadirkan pengalaman spiritual yang mengesankan bagi Marolah Abu Akrom, yang dalam keseharian akrab dipanggil Ust Amrullah oleh para santri dan jamaah.
Pada Kamis, 12 Maret 2026, selepas salat Zuhur berjamaah, ia dipercaya menyampaikan kultum di Masjid At-Tauhid Arif Rahman Hakim, yang beralamat di Jl. Salemba Raya No. 4, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, masjid yang berada di lingkungan Universitas Indonesia Kampus Salemba.
Kultum siang itu diikuti oleh jamaah yang terdiri dari civitas akademika kampus serta masyarakat sekitar Salemba yang rutin melaksanakan ibadah di masjid tersebut.
Amanah Mengisi Kultum
Kesempatan tersebut bermula ketika Abu Akrom dihubungi oleh M. Husni Haris yang memintanya berkenan mengisi kultum sebagai pengganti karena penceramah yang dijadwalkan berhalangan hadir. Ia kemudian dihubungkan dengan salah satu imam tetap masjid, Abdullah Mansyur, dai asal Bima, Nusa Tenggara Barat.
Awalnya sempat muncul rasa ragu untuk menyampaikan kultum di masjid besar yang berada di tengah salah satu kampus ternama di Indonesia tersebut. Namun dengan membaca basmalah dan memantapkan niat, ia akhirnya menerima amanah itu.
Perjalanan menuju lokasi dimulai dari kediamannya di Perumahan Villa Gading Harapan 2 Blok A, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Dalam perjalanan, ia berusaha menenangkan hati dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam menyampaikan pesan dakwah.
Pesan tentang Membersihkan Hati
Setelah salat Zuhur dilaksanakan dengan khusyuk, Imam Masjid Ustaz Abdullah Mansyur mengumumkan bahwa kultum siang itu akan disampaikan oleh Marolah Abu Akrom.
Dalam mukadimahnya ia menyampaikan dengan penuh kerendahan hati bahwa dirinya hadir sebagai pengganti.
“Jika apa yang saya sampaikan baik, semoga menjadi kebaikan bagi kita semua. Namun jika terdapat kekurangan, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Materi kultum diambil dari karya bukunya yang tengah disiapkan berjudul “100 Syair Membentuk Karakter Islami.” Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan syair pertama yang berjudul Bersihkan Hatimu.
Dalam kultum berdurasi sekitar 19 menit itu, ia menekankan pentingnya menjaga dan membersihkan hati. Ia mengingatkan bahwa dalam pandangan Allah SWT, yang dinilai bukanlah rupa maupun harta manusia, tetapi hati dan amal perbuatannya.
Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, ia mengajak jamaah untuk terus merawat hati dengan iman, dzikir, dan amal saleh agar tetap bersih dan dekat kepada Allah SWT.
Sambutan Hangat Jamaah
Walaupun tenggorokan terasa kering karena sedang berpuasa di tengah teriknya siang Ramadan, kultum tersebut dapat disampaikan dengan lancar. Para jamaah tampak mendengarkan dengan khidmat dan penuh perhatian.
Selepas kultum, beberapa jamaah menghampiri untuk bersalaman dan berdiskusi. Salah seorang jamaah bahkan menyampaikan keinginannya untuk memiliki buku “100 Syair Membentuk Karakter Islami.” Namun Abu Akrom menjelaskan bahwa buku tersebut masih dalam proses penerbitan dan belum diedarkan secara luas.
Sebagai bentuk keseriusan, jamaah tersebut kemudian meminta nomor WhatsApp untuk dapat memperoleh informasi ketika buku tersebut telah diterbitkan.
Pengalaman Berharga
Bagi Marolah Abu Akrom, kesempatan menyampaikan kultum di masjid yang berada di tengah lingkungan Universitas Indonesia ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh rasa syukur.
Ia berharap pesan tentang pentingnya membersihkan hati yang disampaikan pada kultum tersebut dapat menjadi bekal bagi para jamaah untuk terus memperbaiki diri serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat, menjadi jalan untuk menata dan menjaga hati agar tetap bersih serta semakin mendekatkan diri kepada Allah,” tuturnya penuh harap.
Penulis: Marolah Abu Akrom/Ust. Amrullah (Jurnalis Media SinarLIMA dan aktivis NWDI DKI Jakarta)




