Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Segala puji bagi Allah atas kucuran nikmat-Nya yang tak kunjung putus. Di antara sekian banyak anugerah tersebut, nikmat Iman dan Islam menempati urutan utama. Mari kita jaga kedua nikmat ini agar tetap bersemi di dalam hati dan terwujud dalam amal saleh hingga akhir hayat. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita semua berhak mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat nanti.

Selaku khatib, saya berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa dalam arti yang sebenar-benarnya: melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan takwalah, seorang hamba memiliki kemuliaan di sisi-Nya.

Hadirin kaum muslimin yang berbahagia.

Setiap kita memiliki keluarga kecil di rumah. Dari unit terkecil inilah karakter sebuah generasi terbentuk. Orang tua adalah arsitek yang menentukan arah masa depan anak-anak. Seorang Ayah harus menjadi teladan inspiratif yang mendidik, sementara Ibu adalah madrasatul ula (sekolah pertama). Sinergi keduanya akan menciptakan suasana rumah tangga yang kondusif untuk mencetak putra-putri beradab dan bermental tangguh.

Allah SWT secara tegas memerintahkan kita untuk menjaga keluarga dari api neraka dalam QS. At-Tahrim ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Jika keluarga menanamkan keimanan yang kuat, maka akan lahirlah peradaban yang hebat. Rasulullah SAW menekankan pentingnya meninggalkan generasi yang kuat agar masa depan umat terjaga, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 9:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya).”

Tujuan akhir dari pendidikan keluarga ini adalah agar kita menjadi sebaik-baiknya manusia. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Mungkin selama ini kita terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga lalai mendidik anak-anak. Namun, belum ada kata terlambat. Mari kita perbaiki pola asuh kita dan didik mereka secara total agar tumbuh menjadi anak yang saleh, mandiri, dan bermartabat. Mari kita bangun pondasi peradaban Islami mulai hari ini dari rumah kita masing-masing.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA