Wawancara Eksklusif SinarLIMA: Mengintip Semangat Class Meeting dan Penguatan Karakter di SMP Nahdlatul Wathan Jakarta
JAKARTA, Sinar5News.com – Suasana ceria pasca-ujian semester genap begitu terasa di lingkungan SMP Nahdlatul Wathan Jakarta. Untuk menyalurkan bakat dan menyegarkan kembali pikiran para siswa, Pengurus OSIS menggelar agenda rutin Class Meeting.
Jurnalis SinarLIMA berkesempatan melakukan wawancara mendalam bersama Fajar Ardiansyah, S.Pd., selaku Pembina OSIS SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guna mengulik dinamika jalannya acara, proses kaderisasi, hingga tantangan pembentukan karakter siswa.
Detail Pelaksanaan Wawancara:
-
Narasumber: Fajar Ardiansyah, S.Pd. (Pembina OSIS SMP Nahdlatul Wathan Jakarta)
-
Pewawancara: Jurnalis SinarLIMA
-
Hari/Tanggal: Rabu, 24 Juni 2026
-
Waktu: Pukul 14.30 WIB
-
Tempat: Ruang Guru SMP Nahdlatul Wathan Jakarta
Transkrip Wawancara
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Fajar. Kabarnya hari ini sedang berjalan kegiatan Class Meeting di sekolah. Boleh diceritakan seperti apa jalannya agenda tersebut pada semester genap ini?
Fajar Ardiansyah: Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami, khususnya anak-anak OSIS, bisa kembali menggulirkan agenda Class Meeting setelah penatnya ujian semester genap. Untuk kali ini, lombanya memang tidak terlalu banyak, kami fokus pada 4 cabang lomba utama, yaitu tenis meja, menggambar & mewarnai, futsal putra, dan futsal putri. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu hari Selasa dan Rabu, dimulai pukul 07.30 WIB tepat setelah doa pagi bersama, dan selesai pukul 11.00 WIB.

SinarLIMA: Sejauh mana keterlibatan Pengurus OSIS dalam mengawal agenda lomba ini? Apakah mereka murni sebagai panitia atau boleh ikut berpartisipasi?
Fajar Ardiansyah: OSIS dilibatkan penuh. Pertama tentu sebagai penanggung jawab teknis di lapangan. Kedua, ada kebijakan khusus: berhubung Pengurus OSIS ini mayoritas duduk di kelas 8, jika ada kelas mereka yang kekurangan perwakilan atau tidak ada siswa yang ditunjuk untuk mewakili lomba, maka anggota OSIS diperbolehkan turun menggantikan demi keterwakilan kelas. Harapan kami semata-mata agar seluruh siswa-siswi SMP NW bisa ikut serta dan merasakan keseruannya.
SinarLIMA: Dalam sebuah kompetisi, hadiah tentu menjadi daya tarik tersendiri. Bagaimana OSIS mempersiapkan hal ini? Kabarnya hadiahnya cukup banyak ya, Pak?
Fajar Ardiansyah: (Tersenyum) Alhamdulillah, untuk hadiah memang cukup banyak. Semua hadiah kami kemas rapi di dalam kardus-kardus. Jadi, sehari sebelum Class Meeting dimulai, Pengurus OSIS mengadakan rapat matang untuk mendata dan membelanjakan kebutuhan hadiah. Isinya berupa makanan ringan (snack) dan alat-alat tulis yang bermanfaat untuk sekolah.
Pembagian hadiah insyaallah akan dilaksanakan pada hari Kamis esok setelah doa pagi di depan kantor. Namun, karena keterbatasan faktor internal dan mengingat siswa kelas 9 juga sudah lulus, hadiah kali ini memang hanya kami fokuskan untuk Juara 1 saja. Hal ini pun sudah kami sosialisasikan kepada siswa dan bapak/ibu wali kelas.
SinarLIMA: Kalau untuk piala (trofi), apakah disediakan juga pada Class Meeting kali ini?
Fajar Ardiansyah: Untuk piala, berkaca dari semester ganjil kemarin, sekarang kami adakan piala khusus Juara 1 untuk cabang olahraga futsal. Kenapa hanya futsal? Karena futsal sifatnya berkelompok dan membawa gengsi antar-kelas di lapangan luar. Namun, ini jadi catatan kami. Insyaallah pada Class Meeting tahun ajaran baru depan, kami usahakan agar Juara 1 dan Juara 2 di semua cabang lomba bisa mendapatkan piala.
Kaderisasi dan Manajemen Organisasi OSIS
SinarLIMA: Saya melihat di bawah pembinaan Anda, manajemen kerja OSIS SMP NW ini cukup rapi dan terstruktur. Setiap agenda selalu didahului dengan rapat-rapat. Bagaimana Anda menanamkan rasa tanggung jawab ini kepada mereka?
Fajar Ardiansyah: Kuncinya adalah persiapan yang matang agar tidak terjadi kesalahan fatal di lapangan. Setiap kegiatan wajib ada rapat koordinasi terlebih dahulu. Rapatnya tidak perlu lama-lama, maksimal 30 menit saja agar anak-anak tidak jenuh. Di sini kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi mereka untuk berani menyampaikan aspirasi dan ide—mulai dari menentukan tema acara sampai urusan memilih hadiah. Kami tampung semua. Biasanya untuk satu event besar seperti ini, kami bisa mengadakan rapat koordinasi maksimal sampai 5 kali karena melibatkan bapak/ibu guru dan siswa yang jumlahnya lumayan banyak.
SinarLIMA: Luar biasa. Ini melatih mereka berpikir lebih dewasa dan kreatif dibanding teman-teman seusianya. Setelah Class Meeting ini sukses, apa proker (program kerja) besar OSIS selanjutnya?
Fajar Ardiansyah: Setelah ini agenda kami sangat padat. OSIS akan langsung mempersiapkan kelancaran MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) untuk menyambut adik-adik kelas yang baru. Tugas mereka membantu guru mulai dari urusan perlengkapan hingga pengkondisian siswa. Di dalam MPLS nanti juga ada sesi khusus pengenalan organisasi OSIS. Setelah MPLS selesai, barulah kami membuka pendataan dan penerimaan untuk regenerasi calon Pengurus OSIS yang baru.
Tantangan Pembentukan Karakter Siswa
SinarLIMA: Tentu dalam setiap dinamika sekolah tidak selalu mulus. Sisi kedisiplinan dan spiritualitas anak-anak zaman sekarang punya tantangan tersendiri. Apa evaluasi atau catatan sedih yang dirasakan pihak OSIS dan pembina saat ini?
Fajar Ardiansyah: Jujur, salah satu hal yang menjadi “kesedihan” kami sebagai pembina dan pengurus OSIS adalah masih adanya siswa yang bersikap cuek atau malas-malasan ikut Class Meeting, padahal sosialisasi sudah masif lewat wali kelas.
Selain itu, tantangan terbesar kami adalah pada pembiasaan harian, seperti kedisiplinan berbaris dan kekhusyukan saat doa pagi. Anak-anak kita cenderung mengabaikan doa pagi, jalannya masih berantakan dan kurang memperhatikan. Padahal, jika doanya bagus, keberkahannya akan kembali ke diri mereka masing-masing.
SinarLIMA: Lalu, langkah konkret apa yang akan diambil oleh OSIS untuk mengatasi masalah kedisiplinan doa pagi ini?
Fajar Ardiansyah: Ke depan, saya menekankan kepada Pengurus OSIS saat ini dan pengurus baru nanti: seluruh anggota OSIS wajib hafal doa pagi luar kepala. Saya akan menginstruksikan mereka untuk maju di barisan paling depan setiap pagi memimpin dan membaca doa tersebut. Kami ingin OSIS menjadi contoh nyata di depan, sehingga siswa lain termotivasi untuk ikut tertib. Pendekatan persuasif antarteman (peer-to-peer) biasanya jauh lebih dihormati oleh sesama siswa.
Refleksi Akhir: Esensi Class Meeting & Pesan Pembina
SinarLIMA: Jika dilihat dari sisi lahir dan batin, apa sebetulnya esensi dan tujuan utama dari diadakannya Class Meeting ini?
Fajar Ardiansyah:
“Tujuan utamanya ada tiga hal: Pertama, untuk merajut tali silaturahmi antar-kelas agar semakin erat. Kedua, menghadirkan keceriaan bagi siswa setelah penat menghadapi ujian. Ketiga—yang tidak kalah penting—adalah menjaring bakat-bakat terpendam siswa. Melalui Class Meeting ini, potensi non-akademik siswa yang tadinya tidak terlihat bisa muncul ke permukaan, sekaligus memupuk jiwa kompetisi yang sehat.”
SinarLIMA: Terakhir Pak Fajar, apa pesan mendalam yang ingin Anda sampaikan kepada seluruh Pengurus OSIS SMP Nahdlatul Wathan Jakarta agar mereka tetap solid?
Fajar Ardiansyah: Pesan saya untuk anak-anakku di OSIS SMP NW Jakarta: Tetaplah saling mendukung dan bersyukur. Jika ada perbedaan pendapat atau kesalahan dalam forum rapat, selesaikan di dalam ruang musyawarah. Jangan dibawa melebar ke luar, apalagi sampai menyimpan rasa dendam atau benci antar-pengurus.
Ingatlah motto OSIS kita: Kreatif, Berani, dan Tampil (Terampil). Kalian harus bangga karena kalian berada satu tingkat lebih tinggi—kalian adalah siswa-siswi pilihan yang terpilih menjadi teladan. Tingkatkan kedisiplinan, jaga kerapihan, dan jadilah contoh yang baik (uswah hasanah) bagi teman-teman yang lain.
SinarLIMA: Masyaallah, terima kasih banyak Pak Fajar atas waktu dan obrolan yang sangat menginspirasi ini. Semoga OSIS SMP Nahdlatul Wathan Jakarta semakin maju, kreatif, dan solid.
Fajar Ardiansyah: Sama-sama, terima kasih banyak atas kehadiran SinarLIMA. Sukses selalu. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(Laporan: Jurnalis SinarLIMA)




