8 TIPS SUKSES DALAM MENULIS

8 TIPS SUKSES DALAM MENULIS

Menulis bagi kebanyakan orang bukanlah sesuatu yang mudah. Ini wajar karena belum menjadi suatu kebiasaan. Sebenarnya kunci agar bisa menulis adalah adanya niat dan kemauan yang sungguh-sungguh.

Dalam Islam budaya tulis menulis sudah dimulai 14 abad silam. Kita bisa melihat tulisan-tulisan spektakuler para sahabat Nabi, para imam dan ulama terkemuka dengan melahirkan kitab/buku yang berjumlah jutaan menyebar keseluruh dunia dan dijadikan sebagai rujukan dalam segala bidang ilmu. Hal ini terjadi, karena termotivasi oleh satu ayat dalam Al Quran surat Al Qalam ayat 1:

ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

Artinya; “Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis”.

Menulis adalah bagian dari kekuatan imajinasi yang terpendam di dalam diri melalui proses berpikir yang jernih. Dari imajinasi diolah dalam jiwa yang suci lalu melahirkan tulisan-tulisan yang menarik menjadi karya dalam bentuk berita, artikel, puisi, syair dan lain-lain.

Orang yang dapat mengelola imajinasi dan jiwa yang suci secara maksimal, niscaya akan mampu menulis tentang apapun dan tidak akan pernah kehabisan bahan/materi yang disampaikan.

Menurut hemat penulis ada 8 tips untuk dapat menulis dengan sukses yang menghasilkan tulisan yang baik, berbobot dan berkualitas:

Pertama, tentukan tema yang akan ditulis.

Sebelum menulis tentukan temanya terlebih dahulu. Untuk tahap awal kita bisa memilih tema yang ringan sesuai dengan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-sejari.

Setelah mendapatkan tema, kita berpikir ide apa yang harus ditulis sehingga menjadi berita/informasi yang menarik untuk dibaca.

Kedua, setelah mendapat ide dari tema tersebut langsung menulis.

Jangan suka menunda apa yang mau kita tulis. Sebab kalau suka menunda, biasanya idenya yang sudah tergambar dalam pikiran menjadi sirna. Akhirnya timbullah kemalasan yang membuat kegagalan dalam menulis.

Ketiga, pilihlah kata-kata yang santun dalam setiap kalimat yang ditulis

Dalam menulis gunakan kata dan kalimat yang santun, jangan menulis hal-hal yang bersifat kotor, kasar dan merendahkan orang lain. Ini membuat orang yang membaca menjadi tidak nyaman. Padahal diantara maksud menulis itu untuk memberikan pencerahan dan solusi terhadap berbagai masalah yang ada.

Keempat, pikiran mesti dalam keadaan rileks.

Ini penting, ketika pikiran dalam keadaan rileks, maka imajinasi dapat berfungsi secara baik. Bahkan akan keluar kalimat-kalimat cerdas yang tidak pernah terpikir sebelumnya.

Tapi bila pikiran tegang, ngatif dan sempit, maka imajinasi tak akan berfungsi dengan baik, sehingga ide dan gagasanpun tidak dapat dituangkan secara lancar, bahkan cendrung buntu.

Kelima, pilihlah kata-kata atau kalimat yang mudah dipahami.

Pada umumnya pembaca kebanyakan terdiri dari kalangan orang biasa, bukan dari kalangan akademisi yang berpendidikan tinggi. Maka alangkah bijaknya susunan kata dan kalimat dalam tulisan dikemas semudah mungkin. Jangan menggunakan kata-kata/istilah yang sulit dimengerti, karena bisa membuat pembaca menjadi bingung, bosan dan mengabaikan tulisan tersebut.

Keenam, meningkatkan wawasan dengan banyak membaca.

Dengan banyak membaca, akan terbuka wawasan pikiran secara luas dan mendalam. Ketika wawasan pikiran terbuka luas, maka kita bisa menulis tentang apa saja, sehingga pikiran tidak menjadi buntu. Bahkan dapat mengembangkan ulasannya secara cantik, indah dan menarik. Pembaca yang membacapun akan senang karena banyak mendapatkan hal-hal baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya.

Ketujuh, bila menulis sesuatu yang belum dipahami, hendaknya bertanya/berkonsultasi pada ahlinya.

Di dunia ini tidak semua ilmu dapat kita pahami, maka solusinya adalah kita mesti bertanya dan berkonsultasi langsung kepada ahlinya, sehingga dalam menulis tidak mengalami kendala yang dapat menghalangi suksesnya dalam menyelesaikan tulisan.

Inilah kelebihan orang yang suka menulis, ilmunya semakin bertambah karena benyak bertanya/konsultasi dalam berbagai hal yang belum diketahui.

Kedelapan, sebelum tulisan disebarluaskan terlebih dahulu diedit berulangkali.

Ini adalah bagian terakhir dalam menulis. Biasakan sebelum tulisan disebarluaskan, baik di media online maupun ofline atau media-media lainnya, terlebih dahulu diedit berulangkali agar dapat dirapikan gramatika bahasanya, menempatkan titik dan koma pada tempatnya, serta hal lainnya. Tujuannya agar ketika pembaca membaca tulisan tersebut merasa nyaman, nikmat dan mendapat manfaat yang luar biasa.

Semoga kedelapan tips cara menulis yang sederhana ini dapat dijadikan panduan untuk menulis tentang segala sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

Cirebon, 1 Jumadil Awal 1441 H/28 Desember 2019 M

Penulis : Marolah Abu Akrom

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA