Sinar5News.com – Jakarta – Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona(2/03). Menurut Jokowi, dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Untuk menyikapi hal ini kepala sekolah SMA Nahdlatul Wathan Jakarta segera melakukan sosialisasi terkait dengan bahaya dari virus corona.(03/03/2020).
Sosialisasi tentang bahaya virus corona disampaikan oleh ibu Yuli Sofiati selaku kepala sekolah SMA Nahdlatul Wathan Jakarta seusai do’a pagi siswa-siswi, bertempat di Lapangan SMA Nahdlatul Wathan. Dalam penjelesannya ibu Yuli Sofiati menerangkat bahwa kegiatan ini guna menindak lanjuti Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 Tentang peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19).

Virus Ini Menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas Ringan Hingga Sedang, Seperti Penyakit Flu.Banyak Orang Terinfeksi Melalui Percikan Air Liur Pengidap (Batuk Dan Bersin), Menyentuh Tangan Atau Wajah Orang Yang Terinfeksi, Menyentuh Mata, Hidung,Atau Mulut Setelah Memegang Barang Yang Terkena Percikan Air Liur Pengidap, Tinja Atau Feses (Jarang Terjadi).
“Sebagi antisipasi pencegahan virus ini saya menghimbau seluruh siswa siswi agar Banyak Berdoa,Tetap Tenang, Menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat, dan Menghindari Kegiatan Di Keramaian yang Tidak Bermanfaat.” Ucap Kepala Sekolah SMA Nahdlatul Wathan ini.

Dengan adanya warga Indonesia yang terkena virus corona ini menjadi langkah cepat dan tepat dari pemerintah agar tidak meluasnya virus tersebut. Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengistruksikan seluruh warga agar melakukan Koordinasi Secara Berkala dengan Puskesmas Atau Rumah Sakit terdekat dan Jika di temukan warga yang terindikasi gejala demam disertaibatuk,pilek,sakit tenggorokan,sesak nafas segera melapor ke puskesmas dan Rumah Sakit terdekat. – Meigovic



