Sinar5News.com – Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memproduksi video puisi ucapan selamat paskah kepada nonmuslim. Pihak dari PBNU pun tidak mengetahui pihak yang memproduksi video tersebut yang menampilkan anak- anak yang mengenakan Peci hitam berlogo NU.
Wakil Sekretaris PBNU Bapak H. Andi Najmi Fuandi mengatakan bahwa seluruh struktural NU pada semua tingkatan menyatakan tidak pernah memproduksi video tersebut.
Meski begitu, warga NU diharapkan tenang atas kejadian yang viral ini untuk ditanggapi dengan secara dingin.
“Pertama kepada warga NU saya ingin menyampaikan, saya pastikan itu tidak diproduksi oleh struktural NU di semua tingkatan. Kedua, kita harus menaggapainya dengan suasana dingin,” kata Andi kepada NU Online, Rabu,15 April 2020.
Andi juga berpesan kepada seluruh warga NU untuk tidak berlebih lebihan bertindak dalam kasus ini dan juga dimohon untuk tidak menyebarluaskannya melalui akun sosial media.
“Kemudia Saya juga pastikan bahwa konten video tersebut jauh dari keinginan pihak NU” Tuturnya.
Ia menerangkan, awalnya jajaran pengurus PBNU mendapatkan video tersebut dari broadcast whatsapp yang kemudian PBNU mengambil inisiatif untuk menelusurinya hingga jauh namun belum menemukan hasil.
Dalam aturan organisasi, penggunaan logo NU memiliki protap yang jelas secara normatif. Meski selama ini Nahdliyin menggunakan logo tanpa izin.
“Penggunaan simbol NU tidak selayaknya dilakukan untuk memerankan video kategori film. Itu tidak sembarangan, ada aturan mainnya ketika menggunakan simbol NU. Sampai saat ini kami belum bisa menemukan pihak yang bertanggung jawab atas video tersebut ” tutur Andi.
Melalui Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hanief Saha Ghafur, pihaknya juga telah melakukan pengecekan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memastikan apakah video tersebut masuk materi Belajar dari Rumah TVRI atau bukan.
“PBNU tidak pernah memproduksi konten video itu. Bahkan kami tidak tahu siapa yang memproduksi. Kami sudah minta konfirmasi ke Kemendikbud, apakah video itu bagian dari materi pembelajaran? Mereka mengkonfirmasi bahwa video itu bukan subtansi yang disiapkan Kemendikbud selama program belajar di rumah,” ujar Robikin.
Video tersebut mendapat perhatiaan banyak pihak, termasuk di kalangan nahdliyin. Hingga saat ini kami masih melakukan penelusuran dan menunggu klarifikasi dari pihak yang memproduksi video tersebut.
Adapun ucapan selamat Hari Paskah bagi kelompok agama tertentu diperankan oleh tiga anak kecil berbusana muslim dengan peci berlogo NU. Ucapan selamat pada video tersebut adalah Puisi Paskah karya Gus Ulil Abshar Abdallah sekira tujuh tahun lalu.
“Ada beberapa teman yang menanyakan kepada saya apakah benar kalau puisi yang dibacakan oleh santri bogor tersebut saya yang membuatnya?. Ya benar, puisi ini saya buat sekitar tujuh tahun yang lalu dan selalu beredar pada saat perayaan paskah ” kata Gus ulil pada akun twitter pribadinya.
Video ini juga sempat dikabarkan tayang di televisi TVRI pada tanggal 13 April 2020 Namun pihak TVRI membantah hal tersebut bahwa. Tim pemeriksa sudah melakukan pengecekan berulang kali dan hasilnya tidak ditemukannya video yang dimaksud dalam tayangan mimbar agama Katholik pada 13 April 2020.
“Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Menurut laporan tim pemantau KPI, tegas dinyatakan bahwa video tersebut tidak tayang di TVRI dan sudah dinyatakan bersih bahwa informasi tersebut adalah hoaks atau tidak benar” Ujar Plt Direktur Utama LPP TVRI Supriyono dalam rilisnya.
(SDK)



