Prof Harapandi: The Power of Sharing Kekuatan Berbagi

Prof Harapandi: The Power of Sharing Kekuatan Berbagi

قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

Artinya: Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (Al-Baqarah/3:263)

 
Bismillahirrahmanirrahim, pagi2 para pengemis di Ibukota, saya kira setiap traffic light pasti ada yang menghampiri setiap mobil yang berhenti.
 
Melihat suasana “biasa” seakan-akan menjadi tontonan kefakiran yang wajib di setiap traffic light. Sikap para pengendara ada yang peduli dan tidak sedikit yang acuh tak acuh. Pertanyaannya adakah kehadiran pengemis sebagai salah satu bentuk ujian kepedulian sosial kita oleh Allah atau merupakan wujud masyarakat yang “malas” kerja sesuai aturan?.

Sebagai sebuah renungan bersama hadits baginda Rasul yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

عن ابي هريرة قال قال ر سول اله صم: من سال النس ءموالهم تكثرا فانما يسال جمرا فليستقل اوليستكثر   
Artinya: “dari abu hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasul Sallallahu Alaihi wasallam bersabda: barang siapa meminta-minta harta pada orang lain dalam rangka untuk memperbanyak (hartanya), sesugguhnya ia meminta bara api, maka hendaklah ia memprsedikit atau memperbanyaknya” (HR.Muslim).
 
Dari keterangan hadits tersebut sangatlah jelas bahawa meminta-minta untuk kepentingan memperkaya diri sama dengan ia meminta bara api (siksa Allah) di akhirat. Namun meminta untuk keperluan sosial, masyarakat sebagai media berbagi sangat dianjurkan, sesuai dengan sabda Nabi yang lain yang berarti; Allah akan memberi bantuan perlindungan kepada orang yang membantu saudaranya yang berada dalam kesempitan”.

Berbagi adalah kosa kata yang sangat mudah diucapkan oleh lisan kita, namun sukar untuk mempraktekkan. Hanya orang yang telah sadar akan manfaat berbagi sajalah yang dengan tekun setiap hari berbagi apa yang ia miliki.
 
Sudahkah kita melakukannya hari ini?, kalau belum mari lakukan bersama dan jika sudah mari kita istiqamah dan hiasi dengan hati yang tulus karena Allah semata, bukan karena pamer di ingin dilihat oleh manusia-manusia.
 
Jika kita sama-sama memiliki uang seratus ribu (100.000), tapi dengan pecahan yang berbeda. Anda mempunyai pecahan seratus ribu dan saya memiliki sepuluh ribu sebanyak sepuluh lembar, kemudian kita tukarkan, apa perbedaan yang anda rasakan, bukankah sama-sama seratus ribu?, jadi manfaatnya apa bertukar barang yang sama?.
 
Tapi coba bayangkan kalau saya dan anda masing-masing mempunyai ide yang berbeda kemudian kita bertukar ide bukankah ini akan memberikan tambahan bagi masing-masing kita, dari satu ide menjadi masing-masing dua ide, hebat bukan?.
 
Analogi ini hanya dapat terjadi jika kita berbagi bukan menukar sekali lagi bukan menukar. Berbagi adalah sebuah kegiatan memberi dan menerima bukan kedua-duanya memberi dan kedua-duanya menerima. Namun antara yang dibagi dan yang menerima sama-sama memperoleh “kesenangan dan kebahagiaan”. Bukankah tujuan hidup kita untuk memperoleh kebahagiaan?.
 
Kemampuan yang kita meliki akan sangat bermanfaat dan hebat, jika kita membaginya kepada orang lain, bukankah kesuksesan yang identik dengan keberkahan (ziayadul khair: bertambahnya kebajikan) itu bermakna dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh sebanyak mungkin orang di luar diri kita?.
 
Bagilah apa yang dapat kita bagi kepada orang lain, jangan sembunyikan keahlian yang Allah anugerahkan kepadamu, karena menyembunyikan akan mendapatkan ancaman sangat pedih di hari pembalasan. Beri dan bagilah ide cerdasmu untuk orang lain menggunakannya dengan “percuma” karena Allah memberikannya kepada kita dengan “percuma” juga.

Jadi berbagi tidak selalu identik dengan berbagi harta-benda walaupun itu merupakan bagian tak terpisahkan. Namun berbagi ide, gagasan dan pemikiran bahkan berbagai informasi tentang hal-hal yang positif merupakan ibadah. Disinlah peran penting sebuah media, ia berbagi ide, berbagi peluang dan berbagi solusi.

Sinar Lima adalah bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena itu marilah kita sama-sama mengambil peluang untuk selalu berbagi melalui media Nahdlatul Wathan “Sinar Lima”, mudah2an usaha sharing kita dapat menjadi media al-Taqarrub kepada Allah Azza Wajalla.

Wallahu a’lami bi al-Shawab

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA