Hikmah Pagi :”NGAJI TENTANG NIAT PUASA”

Hikmah Pagi :”NGAJI TENTANG NIAT PUASA”

Berkaitan dengan niat puasa, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan.

Pertama, karena puasa Ramadhan merupakan puasa fardhu, maka niatnya harus sudah dilaksanakan sebelum Fajar Shadiq (tabyit).

Kedua, apabila niat puasa Ramadhan dilakukan bersamaan dengan munculnya Fajar Shadiq, maka puasanya tidak sah.

Ketiga, niat puasa letaknya adalah dalam hati, sedangkan talaffudz atau melafadzkan niat hukumnya adalah sunnah.

Keempat, untuk mengantisipasi lupa membaca niat, boleh membaca niat puasa Ramadhan setelah melakukan shalat tarawih atau sebelum tidur.
Ramadhana atau Ramadhani?

Sebagaimana sering kita dengar, bahkan mungkin sebagian dari kita termasuk salah seorang yang membaca niat puasa Ramadan dengan membaca fathah huruf nunnya, yakni رَمَضَان. Apakah ini sudah benar?

Mari perhatikan penjelasan di bawah ini:

Yang benar dalam niat puasa Ramadhan adalah lafadz رَمَضَانِ dibaca kasrah huruf nun-nya, bukan dibaca fathah, َرَمَضَان seperti banyak kekeliruan di kalangan masyarakat selama ini.

Karena walaupun lafadz رَمَضَان berupa isim ghairu munshorif harus dibaca kasrah, sebab dimudhafkan pada lafadz setelahnya.

Sebagaimana kaidah ilmu Nahwu yang disebutkan di dalam Nadzam Imrithi

فَاِنْ يُضَفْ اَوْ يَأْتِى بَعْدَ اَلْ صُرِفْ

Apabila isim ghairu munsharif dimudlafkan atau jatuh setelah اَلْ, maka kembali menjadi munsharif.

Maka, sekali lagi, bacaan yang benar adalah رَمَضَانِ, bukan رَمَضَانَ

Tentang Niat Puasa Sebulan Penuh

Pembahasan berikutnya tentang niat puasa Ramadan yang harus diketahui adalah mengenai niat puasa penuh sekaligus selama satu bulan yang dilakukan pada malam pertama saja di bulan Romadhon. Apakah ini diperbolehkan atau bagaimana?

Madzhab Mayoritas

Dalam madzhab Hanafi, Syafi’i dan Hanbali, niat puasa Ramadhan harus dilakukan tiap malam selama bulan Ramadan. Oleh karena itu, jika ada orang berpuasa Ramadan dengan hanya melakukan niat satu kali untuk satu bulan penuh yakni hanya pada malam pertama bulan Ramadan, misalnya dengan niat

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمْيعِ شَهْرِ رَمَضَان

Nawaitu sauma Syahri ramadhan (Saya niat puasa seluruh bulan Ramadhan)

Maka puasa yang dihukumi sah hanya puasa hari pertama saja, kecuali jika ia melakukan niat puasa satu bulan penuh pada malam pertama sebagai antisipasi ketika dia lupa melakukan niat pada malam-malam yang lain dan dengan diniatkan taqlid kepada Imam Malik yang memperbolehkan hal itu, maka puasanya dihukumi sah, bahkan hal itu disunahkan.

Madzhab Maliki

Sedangkan menurut madzhab Imam Maliki, niat puasa bisa dianggap cukup walaupun hanya pada malam pertama bulan Ramadan saja. Bagi kita yang ingin taqlid terhadap pendapat ini, boleh asalkan harus mengetahui ketentuan-ketentuan puasa yang diterapkan dalam mazhab Maliki sebagaimana sebagaimana dijelaskan oleh Abdurrahman Al-Jaziri dalam Al-Fiqh ‘ala Madzhab al-Arba’ah Juz I halaman 463 – 464 sebagai berikut:

Pertama, syarat-syarat wajib puasa versi Malikiyah adalah: 1). baligh; 2). mampu melakukan puasa.

Kedua, syarat-syarat sah puasa versi mazhab Malikiyah adalah: 1). Islam; 2). dilaksanakan pada hari-hari yang diperbolehkan berpuasa; dan 3). niat.

Ketiga, syarat-syarat wajib sekaligus syarat sah puasa versi Malikiyah adalah: 1). berakal; 2). bersih dari haid dan nifas; dan 3). masuk bulan Ramadan.

Keempat, rukun-rukun puasa versi mazhab Malikiyah adalah: 1). niat; 2). menahan diri dari makan dan minum hubungan suami-isteri dan muntah yang disengaja. (Al-Kalabi dalam Qawanun al-Fiqhiyyah)

Adapun adapun sighat niat puasa satu bulan penuh pada malam pertama bagi kita yang ingin taklid pada madzhab Maliki adalah sebagai berikut

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمْيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Syahri Ramadhana haadzihis sanati taqlidan lil Imam Malik fardlan lillahi ta’ala.

Saya niat berpuasa seluruh bulan Ramadan tahun ini karena taqlid pada Imam Maliki karena Allah Ta’ala, begitu ya ustadz🙏🏻

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA