Prof Harapandi : 3 Sahabat

Prof Harapandi : 3 Sahabat

 

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Artinya:,Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (Az-Zukhruf:67)

Orang-orang yang saling berteman dan saling bersahabat di dunia hanya atas dasar urusan dunia dan permainannya saja kelak pada hari kiamat akan saling membenci satu sama lain. Kecuali orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang senantiasa taat dan menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Mereka saling mencintai karena Allah semata, merekalah orang-orang yang setia satu sama lain dan sahabat sejati. Ayat ini turun untuk Umayyah bin Khalf Aljumahi dan Uqbah bin Abi Mu’ith dua orang yang saling berteman karib. Mereka bersepakat dan satu misi untuk menyakiti/melukai Nabi SAW, namun mereka berdua terbunuh dalam perang Badr. (Zubdat al-Tafsir).

Syeikh Tajuddin Ibnu Athaillah dalam kitab Taj al-Arus yang dikaji bersama orang awam pada pengajian kitab turath hari ini menyebutkan:”ada tiga sahabat dekat yang dimiliki manusia, yang dua akan binasa seiring matinya tubuh kita, hanya satu yang akan setia menemani kita dari alam kubur hingga masuk surga”.
 
Pertama; al-Mâl atau harta yang kita kumpulkan semasa hidup di dunia. Harta akan kita tinggalkan jika jasad sudah berpisah dengan ruh. Harta yang selalu kita hitung dan kumpulkan tidak akan bermanfaat, jika tidak dapat disalurkan oleh ahli waris  pada jalan yang diridhai Allah.
 
Harta yang kita tinggalkan bahkan akan menjadi penyebab datangnya bala’ dan siksa Allah karena keluarga yang ditinggalkan tidak mendistribusikan sesuai ketentuan yang berlaku. Harta yang sebenarnya dan menjadi milik kita ialah harta yang kita sedekahkan untuk jalan Allah, karena itulah ingatlah bahwa  setiap yang bernyawa pasti akan mati, maka sebelum maut menjemput kita, distribusikanlah harta yang kita miliki ke jalan Allah.
 
Kedua; al-Usrah atau keluarga yang kita cintai dan sayangi juga akan ditinggalkan bila jasad telah bersatu dengan tanah. Keluarga menjadi tanggungjawab kita, karena banyak orang yang disiksa akibat dari kelalaiannya dalam menjaga dan mendidik keluarganya.
 
Keluarga yang baik akan dapat membantu seseorang dalam menghadapi kehidupan ukhrawinya, saat meninggal dunia mereka ingat dan berdoa serta beristghfar untuknya, namun keluarga yang tidak baik mereka akan melupakan diri kita seiring dengan tertimbunnya tubuh dengan tanah.
 
Ketiga; amal kebajikan, inilah yang akan senantiasa bersama kita hingga masuk ke dalam surga. Amal yang baik (amalan solihan) ialah seluruh amal yang dicintai oleh Allah dan RasulNya. Tidak hanya terbatas pada amal yang secara kasat mata terlihat sebagai amal akhirat, namun amal dunia yang diniatkan untuk akhiratpun merupakan bagian dari amal soleh.
 
Karena itulah harta dan keluarga mesti disikapi dengan sederhana tidak berlebihan sedangkan kebajikan atau amal soleh mesti selalu bersama dan tidak pernah dilepaskan dimanapun kita berada.
 
Semoga ajaran yang sangat dahsyat ini dapat kita jalankan dalam kehidupan kita. Amin ya Rabbal Alamin.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA