Dalam acara halal bihalal 1441 H. yang diadakan oleh paguyuban Himalo (Himpunan Masyarakat Lombok) wilayah Jabodetabek pada hari Sabtu, 6 Juni 2020 pukul 20.00 WIB, banyak diantara tokoh yang memberikan sambutan yang luar biasa diantaranya dari gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Si. Juga tidak ketinggalan tokoh-tokoh senior Himalo, anggota DPR RI, DPD RI dan lain-lain.
Satu diantara tokoh tersebut adalah bupati Lombok Timur, Drs. H. M. Sukiman Azmi, MM. Setelah beliau mengucapkan salam, bersyukur dan berdoa kepada Allah agar puasa Ramadhan diterima oleh Allah, kemudian satu demi satu dengan cerdas menanggapi apa yang menjadi usulan dari masyarakat Himalo yang usulannaya diwakili oleh para tokoh yang hadir pada acara halal bihalal tersebut.
1. Usulan dari ketua umum Himalo, TGH. Muslihan Habib agar disediakan asrama khusus bagi para mahasiswa untuk membantu meringankan beban biaya demi kelancaran perkuliahan mereka.
Bupati Lotim sangat mengapresiasi usulan ini, beliau mengistilahkan sekretariat atau balek blek (rumah besar) tempat berkumpulnya para warga yang berasal dari Lombok, khususnya para mahasiswa yang belajar menimba ilmu.
Menurut bupati, tidak sulit menyediakan sekretariat/rumah blek ini asal lima bupati yang ada di Lombok bersatu dan bersepakat untuk mewujudkanya dengan difasilitasi (didukung/direstui) oleh gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc yang kebetulan mengikuti kegiatan halal bihalal tersebut.
Bupati Lotim siap “membackup” usulan ketua umum Himalo dalam waktu dekat ini, dan dicontohkan beliau pada tahun 2019 dan 2020 telah menyediakan fasilitas asrama untuk para mahasiswa/mahasiswi yang belajar di Jogja, Malang dan Surabaya.
2. Usulan dari Dr. H. Kurtubi, SE, M.Sp, M Sc supaya dibangun tenaga nuklir untuk kebutuhan listrik demi kesejahteraan masyarakat NTB.
Bupati Lotim ini dengan senang hati mempersilahkan dan menantang Mamik Kurtubi untuk memilih bagian mana yang mau dijadikan sumber tenaga nuklir untuk kebutuhan listrik khususnya di Lombok Timur. Beliau menyampaikan bahwa di Lombok Timur khususnya di daerah Sembalun, Sambelia dan lain-lain punya potensi panas bumi yang luar biasa bisa mencapi 150 mega watt. Sudah puluhan tahun diberikan konsesi kepada PLN tapi sampai sekarang belum ada wujudnya. Kalau PLN bisa didesak untuk merealisasikan energi bumi menjadi tenaga listrik, sungguh ini adalah suatu hal yang sangat luar biasa dan tidak perlu membangun yang lain-lain.
3. Usulan dari Dr. H. Lalu Wildan untuk mengesport ribuan mahasiswa ke seluruh daerah untuk ikut membangun Indonesia.
Di Lombok Timur ada 8 perguruan tinggi dengan menghasilkan banyak setiap tahun. Bupati dalam hal ini memberikan kesempatan kepada 5000 sarjana untuk ikut berkiprah membangun kabupaten Lombok Timur dengan memberikan SK (Surat Keputusan) sebagai pegawai tidak tetap/tenaga kontrak di lingkungan Pemda Lombok Timur dengan mendapatkan gaji Rp. 750.000 setiap bulan, walaupun sebenarnya ini menjadi beban berat dari APBD Lombok Timur.
Jika dari sekian banyak sarjana ini di eksport ke kabupaten-kabupaten lain untuk membangun Indonesia seperti mengajar misalnya sebagaimana idenya yang telah disampaikan gubernur Jakarta, Anis Baswedan, maka ini adalah sesuatu yang sangat positif dan bermanfaat bagi Republik tercinta.
4. Situasi pandemi covid yang terkesan banyak menghinggap NTB.
Lombok Timur khususnya telah berupaya secara maksimal mengatasi pandemi covid 19 ini. Bupati memohon doa restu agar bisa menuntaskan pandemi ini secara baik. Dari 1.3 juta jumalah penduduk Lombok Timur, yang positif terpapar covid sebanyak 87 orang, sembuh 36 orang, meninggal 2 orang dan yang dirawat 46 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang demikian besar, tentu ini tidak terlalu besar. Tetapi walau demikian membutuhkan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu beliau memohon partisipasi kepada seluruh warga NTB paling tidak dengan dukungan doa, semoga covid 19 ini cepat berakhir dan bisa pulih normal sehingga kembali dapat beraktifitas seperti biasanya.
Dengan disampaikan 4 tanggapan cerdas dari bupati Lombok Timur ini, beliau berharap ada tindak lanjut (gayung bersambut) dari gubernur NTB. (Amr)
Bekasi, 16 Syawwal 1441 H/8 Juni 2020 M



