Sinar5news.com – Selong – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) melakukan hearing dengan Dinas Kesehatan,Direktur RSUD dr.Soejono Selong,Dinas Sosial,Kabag Kesra dan Baznas Lombok Timur, membahas rencana operasi Bayi kembar siam Inaya dan Anaya yang lahir 8 Mei 2019 lalu dengan berat 3,7 kg di Desa Jurit Selatan Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Dalam hearing tersebut ketua Komisi II DPRD Lombok Timur Muliadi,ST langsung membentuk tim penanganan operasi Inaya dan Anaya yang diketuai oleh pihak Dinas Kesehatan Lombok Timur. Karena dalam operasi pemisahan kembar siam Inaya dan Anaya diperkirakan akan menghabiskan biaya Rp.1,5 Milyar.
Direktur RSUD dr.Soejono Selong dr.Tantowi Jauhari dalam penyampaiannya menyebutkan secara tehnis dan kelengkapan medis serta Sumber Daya Manusia(SDM) RSU Selong sudah ada. Tetapi yang menjadi kendala dari Tim Dokter yang didatangkan dari Rumah Sakit dr.Soetomo Surabaya adalah masalah Covid-19.

“Kalau peralatan medis dan SDM di RSUD Selong cukup memadai, tetapi yang menjadi kendala adalah Covid-19 sehingga kemungkinan operasi Inaya dan Anaya akan dilakukan pada awal tahun 2021,” Ungkap Direktur RSUD Selong dr.Tantowi Jauhari. Senin(22/06/2020)
Ia juga menambahkan operasi Inaya dan Anaya tersebut memerlukan tim medis sekitar 30 sampai dengan 40 orang. Itupun tim medis harus bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.
“Tenaga medis dalam operasi kembar siam Inaya dan Anaya ini berasal dari Rumah Sakit Dokter Sutomo-Surabaya sebanyak 30 sampai 40 orang mereka terdiri dari Dokter spesialis, penataan medis dan lain-lain,” Imbuhnya.
Sementara itu Sekertaris Dinas Kesehatan Lombok Timur, Ulil Amri menerangkan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap kesehatan Inaya dan Anaya, yang pada bulan Juni ini sudah berusia 13 bulan dengan berat badan 14 kg. dan pada sebelum lebaran kemaren Inaya dan Anaya sempat Batuk dan Flu.
“Anaya dan Inaya kemarin sempat sakit satu minggu sebelum lebaran, selanjutnya pernah batuk dan flu, akan tetapi Alhamdulillah keadaannya sekarang stabil dan tindakan kami yang pernah di lakukan sampai hari ini adalah konseling,” Pungkasnya.
Sedangkan ibunda Inaya dan Anaya, Husniati yang hanya sebagai ibu rumah tangga dan suamainya berpropesi sebagai tukang bangunan, mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialami oleh kedua buah hatinya, dan berharap agar anaknya segera dilakukan operasi pemisahan badan yang mana buah hatinya memiliki dua jantung dan satu hati.
(Bul)




