Penyakit Hati (Jum’at yang keenam di Masjid Jami’ Hamzanwadi)

Penyakit Hati (Jum’at yang keenam di Masjid Jami’ Hamzanwadi)

Penyakit hati adalah salah satu istilah dari sebuah hama dalam amal yang bisa mencederai kwalitas amal, bahkan mampu merusak dan menghancurkan amal.

Penyakit-penyakit hati ini banyak ditemukan dikalangan masyarakat, dilingkungan tempat tinggal, dilingkungan bekerja, dilingkungan tempat berusaha, bahkan dapat ditemukan dalam diri pribadi seseorang, karena penyakit tersebut memang bermuara dari dalam diri seseorang. Dinamakan penyakit hati karena bersumber dari hati.

Adapun diantara penyakit hati tersebut adalah hasad (dengki), takabbur (sombong), bakhil (pelit/kikir).

Pertama hasad (dengki). Penyakit hasad adalah termasuk dosa yang pertama kali terjadi pada makhluk allah, dan dikatagorikan sebagai penyakit yang paling berbahaya. Ketika iblis laknatullah diperintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam AS, iblis melawan perintah tersebut dan nenganggap diri lebih baik dari Nabi Adam dengan ungkapan;

“ana khoirum minhu” artinya: saya lebih baik dari dia (Nabi Adam),
“kholaq tani minnar” artinya: aku diciptakan dari api,
“wa kholaq tahu mintin” artinya: sedangkan Nabi Adam diciptakan dari tanah.

Penolakan tersebut dilandasi dengan adanya rasa iri dalam diri Iblis, sehingga membuatnya tidak mau untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Demikian juga halnya pada kisah Kabil dan Habil, keduanya adalah bersaudara, putra dari Nabi Adam AS, Kabil sampai tega membunuh saudaranya Habil lantaran hasad (dengki) terhadap saudaranya.

Tentang bahayanya hasad (dengki) Nabi menjelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh abu Dawud.

(اِياَّ كُْم وَالحَسَدَ فَاِ نَّ الْحَسَدَ يَاْ كُلُ الْحَسَنَا تِ كَمَا تَاْ كُلُ النَّارُالحَطَبَ (رواة ابوداود)

Artinya: ”jauhkanlah dirimu dari hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu-bakar.” (H.R. Abu Dawud)

Penyakit hati yang kedua adalah takabbur (angkuh/sombong), merasa bumi ini milik sendiri, merasa diri paling baik, paling soleh, paling pintar, paling sempurna, dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan degan dirinya.

Berbicara tentang sifat takabbur (sombong/angkuh), kita tidak bisa terlepas dari kisah orang yang tersombong dimuka bumi yang sampai mengaku diri menjadi tuhan, yaitu Fir’aun. Dengan kesombongannya Allah menenggelamkannya di laut merah, sehingga tidak bisa menyelamatkan diri. dan kita juga masih ingat perdana menteri Israil yang sangat sombong, sangat jahat, sangat angkuh, yang membunuh sampai ratusan ribu umat Islam secara keji, dibom oleh tentara-tentara Israil. Kejahatan dan kebiadabannya dibalas Allah dengan di beri penyakit koma tidak sadarkan diri selama kurang lebih 10 tahun lamanga, itulah balasan bagi orang yang jahat, sombong dan takabbur.

Tentang sifat sombong ini Allah berfirman dlm Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 37

وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا

Artinya: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

Penyakit hati yang ketiga adalah bakhil (pelit/kikir). Tentang bahayanya sifat kikir Rasulullah menjelaskan

إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالشُّحِّ أَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخِلُوا وَأَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا (رواه الامام احمد)
“Hati-hatilah kamu terhadap sifat bakhil, karena bakhil telah merusak oran-orang sebelum kalian. Mereka memutuskan silaturahmi, berbuat bakhil dan berbuat maksiat, semuanya disebabkan oleh penyakit bakhil ini” (Hadits riwayat Imam Ahmad).

Orang-orang yang tidak peduli degan kepentingan ummat Islam, tidak peduli dengan saudaranya yang sedang membangun tempat ibadah, yang membangun pondok pesantren, yang tidak peduli terhadap anak yatim, duafa dan pakir miskin. Orang yang seperti ini kata Nabi jauh dari Allah, jauh dari manusia jauh dari pada surga dan dekat pada api neraka.

البخيل بعيد من الله، بعيد من الجنة، بعيد من الناس (رواه الترمذى)

“Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari surga dan jauh dari manusia (Hadits riwayat Turmudzi)”.

Orang yang bakhil didoakan oleh malaikat “ya Allah timpakanlah kebinasaan pada orang- orang yang pelit, bakhil, dan orang yang tidak mau membelanjakan hartanya kepada allah”.

Mudahan Allah menjauhkan kita dari tiga penyakit hati tersebut. Dan dijadikan sebagai hambanya yang selalu taat dan patuh terhadap segala perintahnya.

Tulisan ini diambil dari intisari khutbah yang disampaikan oleh Ust. Husni Haris, S.PdI pada hari yang keenam pelaksanaan shalat jum’at di Masjid Jami’ Hamzanwadi PONPES NW Jakarta.

Fath.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA