Pantun Renungan 10 : Menunda Amal Baik

Pantun Renungan 10 : Menunda Amal Baik

 

Teringat satu mahfuzhoh indah
Tentang amal baik jangan ditunda
Makna yang sama di hikam athoillah
Semoga kita bisa ambil hikmahnya

Baydhotul yaum “Telur hari sekarang”
Khoirun min dujajatil ghaddi
“Lebih baik dari ayam yang kan datang”
Itulah pesan indah mahfuzhot ini

Ihalatukal a’mala
‘Ala wujudil faraghi
Menunda amal padahal ada masa
Itu termasuk Min Ru’unatin nafsi

Makna Min Ru’unatin nafsi
adalah kebodohan jiwa
Yang menunda amal baik akan rugi
Dia kan menyesal nanti diakhirnya

Bukankah Rasul mengatakan
Dalam Hadits riwayat Abu Hurairah
Amal baik segera dilakukan
Jangan menunggu datangnya fitnah

Dalam hadits Rasulullah SAW mengingatkan agar kita tidak menunda perbuatan baik/amal soleh sebagaimana hadits berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا ».

“Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersegeralah beramal, sebelum datang fitnah (ujian atau godaan) yang laksana lipatan malam yang gelap, pada pagi hari seorang menjadi seorang yang beriman dan di sore hari menjadi seorang yang kafir atau sore hari menjadi seorang yang beriman dan pagi hari menjadi seorang yang kafir, (karena) ia menjual agamanya (hanya) dengan sebagian dari dunia.” (HR. Muslim)

Bahkan Allah SWT dalam al-Qur-an mengambarkan akan adanya penyesalan yang nyata dari hamba-hamba-Nya karena tidak melakukan perbuatan baik atau amal soleh.

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. (QS. Al-Fajr: 23-24)

Dari ayat di atas terlihat bahwa nanti akan ada suatu golongan yang menyesal hanya karena kebiasaan menunda beramal kebaikan. Sikap demikian dikenal dengan istilah Al-Taswif (menunda kebaikan). Syaikh Ibnu Athaillah al-Sakandari dalam kitabnya “ *Al-Hikam* ” juga mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam penundaan amal kebaikan (amal soleh) bahkan beliau mengindikasikan mereka yang menunda perbuatan baik (amal soleh) padahal ada waktu untuk melakukannnya maka itu pertanda adanya kebodohan jiwa.

إحالتك الأعمال على وجود الفراغ من رعونات النفس

“Penundaanmu beramal (baik) karena mencari waktu yang senggang, adalah tanda kebodohan jiwa”

Akhir kata, saya kutipkan mahfuzhot yang cukup akrab di tengah para santri.

بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ

“Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.”
Semoga Allah SWT memberikan kita hidayah taufiq-Nya Sehingga kita mudah melakukan amal baik (amal soleh). Amiin

*Salam Bahagia dari Ahmad Rusdi,* 120902020

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA