PENULIS : NOPKY ANSWARA PUTRA PERDANA
Imam Bukhari rahimahullah adalah salah satu ulama yang sangat masyhur di kalangan kaum muslimin khususnya para penuntut ilmu, nama lengkapnya ialah “Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari” adapun “al-Bukhari” nisbah kepada nama wilayah dimana beliau lahir. Beliau sangat faqih dalam bidang hadith sampai memiliki julukan atau laqab yaitu “Amirul Mu’miniin Fii al-Hadith” أمير المؤمنين في الحديث, yaitu pemimpinnya orang-orang mu’min dalam mempelajari hadith-hadith Rasulullah alaihissholatu wassalam. Karena selain beliau hafal al-Quran beliau juga mempunyai hafalan ribuan hadith-hadith nabi, salah satu karyanya yang terbesar ialah kitab “at-Taarikh al-Kabiir” ألتاريخ الكبير, yang akan kita bahas lebih dekat pada kali ini.
Kitab at-Tariikh al-Kabiir ini adalah kitab yang mengumpulkan tentang sejarah-sejarah para periwayat hadith, sebagaimana diketahui bahwa ilmu hadith memiliki periwayat-periwayat yang sangat banyak, dan kitab ini adalah salah satu yang terbesar dan terlengkap dalam merangkumi sejarah, biografi, dan nama periwayat-periwayat hadith. Yang tersusun dari mulai sahabat-sahabat Radhliallahu anhum, Tabi’iin dan sampai kepada peringkat guru-guru dari imam al-Bukhari itu sendiri.
Kitab ini juga adalah karya pertama yang dijadikan buku dan di susun dari imam al-Bukhari yang mulai di tulis pada tahun 212 Hijriyyah, dan karena begitu berguna karya ini dari sang imam, maka kitab ini sangat cepat tersebar luas kepada masyarakat umum khususnya pada para ulama-ulama di zaman itu.
At-Tarikh al-Kabir adalah karya besar pertama yang menghimpun informasi biografi periwayat yang ada dalam sanad pada setiap hadith didasarkan atas urutan nama-nama secara alfabetis, bukan berdasarkan generasi (tabaqat) atau domisili. Ini meliputi keterangan tentang kondisi periwayatan, yaitu: Tahun kelahiran dan tahun wafat, nama-nama para guru dan nama-nama para muridnya, waktu penerimaan hadith dari gurunya, asal negara dan tempat domisilinya, perpindahan tempat dan waktu kedatangannya ke suatu daerah, penerimaan hadith dari sebagian gurunya sebelum pikun, dan sebagainya. Periwayatan beserta informasi biografisnya ini biasa disebut dengan istilah tarjamah oleh kalangan ahli hadith




