Diseminasi Implementasi SPMI tingkat SMA

Diseminasi Implementasi SPMI tingkat SMA

Sekitar 8 Sekolah tingkat Menengah Atas (SMA) dilingkungan Penggilingan Wilayah Jakarta Timur I, mengikuti kegiatan Diseminasi Implementasi SPMI di SMA Negeri 76 Jakarta. Atas intruksi dari LPMP dan Kasudin Jakarta Timur I.

SMA NW Jakarta diwakili oleh Ahmad Madani, S.Pdi dan Hifzon, M. Hum. Sekitar pukul 07:00 melaju kendaraannya dari SMA NW menuju ke tempat kegiatan, tiba pukul 07:30, dengan menggunakan kendaraan roda dua, berboncengan.

Sampai di tempat acara, rehat sejenak menunggu peserta yang lain sekitar lima menit, baru setelah itu acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan-sambutan. Sambutan pertama; Kasudin Pendidikan Wilayah Jakarta Timur I, kedua; Ketua LMP, ketiga; koordinator pengawas, keempat; kepala sekolah 76 selaku tuan rumah, kelima; ketua panitia penyelenggara.

Usai sambutan, acara dilanjutkan kepada kegiatan inti
pemaparan tentang pengenalan terhadap SPMI. dan beberapa materi yang berkaitan tentang SPMI.

Diantara materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah pengertian tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), yaitu suatu kesatuan unsur yang terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan oleh setiap satuan pendidikan. SPMI didasarkan atas Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 tentang sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah, dimana dalam pelaksanaannya diatur pelaksanaan penjaminan mutu ditingkat sekolah, setelah itu dilanjutkan ke tingkat Dikdasmen. Disingkat SPMI Dikdasmen.

Dalam kegiatan ini juga dijelaskan tentang tujuan dilaksanakan SPMI. Pertama; Untuk mengendalikan penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. Kedua; Manjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan secara sistematik, holistik dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada suatu pendidikan secara mandiri.

“Sebenarnya segala apa yang kita pelajari dan bahas dalam pelatihan ini, semua sudah kita terapkan disekolah. Misalnya seperti ulangan berbasis komputer, kita sudah melaksanakan PTS dan PAT dengan menggunakan komputer. Kalau Ujian Nasional Jelas dari dulu kita sudah menggunakan komputer, karena itu intruksi dari pemerintah pusat. Yang belum diterapkan di sekolah kita SMA NW Jakarta adalah sistem JIBAS (Jaringan Internet Bersama Antar Sekolah).” Jelas Hifzon, M. Hum selaku peserta di kegiatan pelatihan SPMI.

Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, peserta tidak mudah jenuh dalam mengikuti proses pelatihan, karena ditengah kegiatan berjalannya acara, peserta diberikan rehat sejenak sambil makan snack dan ngopi bersama menghilangkan kepenatan.

Acara terakhir, ditutup dengan doa bersama dan salam-salaman untuk kembali ke sekolah masing-masing.

Moga Manfaat

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA