Gusdur Panggilan Akrab, Siapa sangka beliau pernah berkarir sebagai pekerja pencuci kapal minyak di pelabuah mesir saat menuntut ilmu di Kairo Mesir, Saat masih berada di mesir gusdur ingin memiliki kendaraan mobil namun uangnya tak ada untuk mewujudkan keinginan tersebut, lantas gusdur sampaikan ke kawan akrabnya yaitu Anshori Anwar agar dicarikan pekerjaan yang bisa menghasilkan keinginannya utk membeli mobil, Melihat keinginan gusdur yang sangat serius ingin memiliki mobil lantas Anshori membantu Gusdur mencarikan kerjaan , sehingga sampailah anshori ketempat kapal menyandar disana dia lihat ada informasi menerima lowongan kerjaan.
Mendengar informasi tersebut anshori lansung masuk menemuai manajemen penerima pekerja, saat akan menemuai pihak manajemen ashore berharap kiranya pekerjaan tersebut merupkan pekerjaan yang sesuai dan layak bagi nya dan Gusdur nantinya, Alahasil ketika anshori berjumpa manajemen ternyata perusahaan itu mencarai satu orang pekerja sebagai pembesih kapal minyak.
Mamang Gaji nya cukup menjanjikan saat itu, namun mengingat jenis pekerjaan sebagai tukang bersih kapal yang menurutnya kurang layak bagi mahasiswa apalagi untuk sosok anak kiyai besar yang biasa dimanjakan dan juga perusahaan tersebut hanya mencari satu orang pekerja sehingga Anshori coba mencari kerjaan yang lain, lama kemudian anshori akhirnya mendapat kerjaan yang lain, namun anehnya di tempat yang di temukan anshori ini pekerja yang di buthkan cumin satu orang kariawan saja, namun jenis pekerjaannya hanya mempaking kemasan kedalam Karton.
Pekerjaanya klu meneurut Anshori lebih layak ketimbang jadi pencuci kapal minyak yang berlumuran kotoran minyak hitam, lantas anshori pulang menemuai Gusdur dan menceritakan kalu dirinya dapat dua tempat pekerjaan cuman yang di butuhkan 1 orang saja dengan jenis pekerjaan yang berbeda, lantas gusdur tanpa berpikir panjang karena keinginannya ingin segera punya mobil , tanpa ragu langsung bertanya ke anshori mana yang lebih banyak gajinya ?…
Anshori pun cerita yang gaji nya besar ya jadi tukang sapu bersih dang ngepelin kapal minyak yang berlumuran kotoran hitam, kalu pekerjaan Peking ini gajinya kecil cuman agak jauh namun dikasih tempat tinggal kerjanya ringan tempatnya bersih.
Gusdur dengan keinginan segera dapat membeli mobil tak banyak berpikir seraya berkata yang penting gajinya besar dan halal sekalipun harus kotor kerjanya .
Singkat cerita akhirnya gusdur bekerja menjadi buruh tukang pel Kapal minyak dan benar hanya beberapa bulan dengan gajinya selama kerja jadi tukang pel Kapal dia mewujudkan ke inginannya untuk membeli mobil.
Sementara pekerjaan tukang paking di ambil sama Anshori. Dan sampai sekarang Perusahan Kapal tersebut mengabadikan Foto Gusdur di kantornya dan merasa bangga bahwa pekerja buruh Tukang Pel kapal minyak nya bisa jadi Presiden .
Kisah ini penilis langsung mendengar dari Orang Tua Kami ustaz Anshori Anwar sebagai pelaku dalam kisah tersebut.
Abdul Gafur QH.



