Sinar5news.com – Selong – Bupati Lombok Timur Nusa Tenggara Barat(NTB) H.M.Sukiman Azmy dalam kata sambutannya pada acara Verifikasi Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 di Desa Kembang Kuning,Kecamatan Sikur Lombok Timur. Kamis(24/10/2019). Memaparkan peristiwa gempa setahun yang lalu telah meruntuhkan sekitar 130 unit rumah, dengan rincian 32 rusak berat dan 64 unit rumah rusak sedang dan sisanya rusak ringan.

Pada kesempatan tersebut juga Bupati Sukiman menyinggung soal kebakaran hutan yang terjadi dilereng Rinjani dan padang sapana. Namun musibah tersebut sudah bisa diatasi akibat kerjasama yang baik antara TNI – POLRI, Tagana, dan lembaga social seta berbagai komponen masyarakat bahu membahu menangani masalah itu sehingga reda.

Bupati juga menambahkan momen penilaian lomba ini merupakan kebanggan ,karena Desa Kembang Kuning merupakan utusan dari Provinsi NTB. dan sebetulnya bukan hanya kembang kuning yang masuk kategori desa wisata.
“Dikabupaten Lombok Timur ini sudah ada 99 Desa wisata, yang intensip kita bina baru 25 Desa Wisata yang sudah diperipikasi dan jumlah kelompok sadar wisata(Pokdarwis) sekitar 80 kelompok.” Ungkap Bupati Sukiman.
Dengan potensi yang ada di Kabupaten Lombok Timur tersebut diharapkan kedepan, mudah-mudahan dari sector Pariwisata inilah Kabupaten Lombok Timur akan mengandalkan Pendapatan Asli daerahnya,Pendapatan Asli Desanya ,yang bisa kami kembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita.
Ia juga menyampaikan semua bangunan yang rusak berat atau roboh oleh gempa beberapa waktu lalu,khusus di daerah Desa Kembang Kuning ini semuanya dibangun oleh Badan Usaha Milik Desa(BUMDes).
“Tidak ada aplikator yang masuk kesini buk, tidak ada rekanan yang masuk disini khusus untuk Desa Kembang kuning. Itulah salah satu poin yang mengakibatkan kembang kuning ini mendapat nilai positif dari masyarakat maupun dari pemerintah.” Terangnya.
Saat ini dari 239 Desa di Kabupaten Lombok Timur. 36 Desa masih masuk dalam klasifikasi Desa tertinggal, 178 Desa berkembang dan 25 Desa sudah masuk dalam kategori Desa maju. Belum ada Desa yang mandiri dan kedepan kita berharap salah satu Desa mandiri yang kita bentuk di Kabupaten Lombok Timur ini adalah Desa Kembang Kuning.
Sementara itu Ketua Tim Penilai Dra.Oneng Setyarini,MM dalam sambutannya mengatakan apa yang dilakukan hari ini adalah bentuk dari kolaborasi dan sinergi kami dalam pengembangan Desa wisata, bersama Kementerian Desa dan juga Kemeterian Pariwisata dan kemeterian-kementerian lainnya.
“Desa Kembang Kuning,Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB merupakan salah satu Desa yang masuk dalam 28 besar Lomba Membangun Desa Wisata Nusantara tahun 2019 yang telah melalui beberapa seleksi terutama seleksi administrasi yang dikirimkan oleh seluruh peserta di Indonesia”. Papar Oneng.
Dari 158 Desa di seluruh Indonesia yang lulus adminitrasi Desa kembang kuning masuk dalam 28 besar. Desa wisata ini merupakan satu kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan. Baik dari kehidupan social, kemudian social budaya, adat istiadat dan memiliki arsitektur bangunan yang khas.
Oneng juga menambahkan lima tahun kepemimpinan Presiden Jokowi telah membuat pariwisata menjadi lieding sector dan menempatkan pariwisata sebagai prioritas pembangunan nasional. Bahkan Lombok dengan KEK Mandalika menjadi super prioritas.
“Ada lima destinasi super prioritas yaitu Mandalika, Pelabuhan Bajo, Danau Toba, Borobudur dan Likupang Sulawesi Utara”. Terangnya.
Menurut Oneng pengembangan Desa wisata itu melalui pendekatan yakni Pendekatan Sustainable Tourism Development atau membangun pariwisata harus berkelanjutan.
“Desa wisata itu ada empat kategori yakni kategori rintisan dimana data pada Kementerian Pariwisata ada 7.000 Desa wisata. Kemudian kategori berkembang, maju dan mandiri”. Pungkasnya.
Dalam acara verifikasi Lomba Desa Wisata Nusantara 2019. Mendatangka lima orang juri dari kementerian Pariwisata dan kementerian PDT dan Transimigrasi, masing-masing Dra. Oneng Setyarini,MM sebagai Ketua dan Empat orang anggota yaitu Ikhsan,Evi Yugiarti,Sri Ning Pratiwi dan Lilis Yuliana. (Bul)



