Sinar5news.com – Selong – Dua orang Mahasiswa yang meninggal terseret banjir bandang disungai kokok tereng Desa Jeruk Manis Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat(NTB) pada pukul 17.30 wita hari Sabtu(02/11/2019) kemaren adalah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Menurut Ketua Tim SAR(Search And Rescue) Lombok Timur Drs.H.Lukmanul Hakim kepada Sinar5news.com dimana kejadian berawal dari tanggal 31 Oktober 2019, rombongan KPS (Kelompok Pemerhati Sosial) dari Fakultas Hukum Universitas Mataram tiba di Desa Jeruk Manis sekitar 14.30 wita.
Dalam rangka pendidikan dasar anggota baru dan rencana melaksanakan kegiatan selama 4 hari.
Selanjutnya menurut Lukmanul Hakim pada hari Sabtu(02/11/2019) sekitar pukul 15.00 wita rombongan yang terdiri dari 5 orang turun ke lokasi dialiran sungai yang menghubungkan antara mata air Jeruk Manis menuju kokok(Sungai-red) Tereng Dusun Gawah Buak Desa Jeruk Manis dalam rangka survey lokasi jalur untuk kesehatan jurit malam.
Sesampai dilokasi surve tiba-tiba air bah dating dan menghanyutkan korban.
Upaya pencarian korban dilakukan oleh Tim SAR Lombok Timur, Tim TNGR, Tim dari TNI-Polri serta Masyarakat yang dipimpin Kapolsek Kecamatan Sikur Iptu Ery Armunanto. Setelah melaksnakan pencarian selama 3 jam yang pada akhirnya sekitar pukul 19.30 wita tim menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia tersangkut dibatu.
Sedangkan yang 3 orang bisa menyelamatkan diri.
“Adapun identitas Korban meninggal Widia Lasmita(23) perempuan warga kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Dan Reza Andika Firdaus(29) warga Sumbawa.
Jenazah Reza tadi malam sudah diambil oleh pihak keluarga dan dibawa ke Mataram sedangkan jenazah Mita dijemput oleh keluarga diambil dari PKM Kotaraja dan langsung dibawa ke Dompu,” Ungkapnya.(Bul)




