NW Warisan Kita Semua Mesti Kita Jaga Bersama

NW Warisan Kita Semua Mesti Kita Jaga Bersama

Sinar5news.com – Dalam tulisan dan bahasa yang  sederhana ini, penulis sengaja mengajak semua untuk kembali ke khittoh. karena ini adalah harapan kita semua dan Pendiri NW. Tidak ada kata tidak bisa, terlambat apalagi susah selagi kita mau. Kami meyaqini semua bisa berjalan bersama, duduk bersama walau sambil minum kopi dan pasti bisa.  Mari ber NW dalam tuntunan dan jalan khittoh yang sudah digariskan pendiri.  Mengejar kesuksesan kemuliaan baik dunia akherat adalah keharusan. Tapi bukan menabrak semua rambo dan aturan yang sudah menjadi kesepakatan konsesnsus bersama. Nilai dasar ke NW an selain Iman dan Taqwa adalah menebar akhlaq sebagai tuntunan Rasulullah. Memberikan rasa aman damai ditengah – tengah masyarakat, merekatkan semua abituren dalam  keluhuran budi yang agung. Memberikan  suri tauladan kepada halayak dalam semua ruang dan waktu. Selalu bersama membangun kerjasama penuh persaudaraan senada dengan kalimat kompak utuh bersatu.  Yang selalu pendiri NW utarakan baik dalam forum fomal maupun non formal dalam banyak kesempatan dan sudah tertulis dalam buku panduan Waksiat Renungan Masa. Kita ber NW bukan hanya lantang berteriak pokoknya NW pokok NW iman dan taqwa. Tapi lebih dalam dari itu, makna dan api NW mesti kita tangkap semisal kepatuhan, ketaatan, kedisiplinan dalam menjaga dan menjalankan Waksiat sepanjang masa.
 
Nilai nilai kejuangan, semangat untuk maju, integritas,  kerja keras, visioner tanggung jawab, baik sangka, berkarya dalam bidang yang ditekuni, merekatkan persaudaraan, megokohkan semangat kebersamaan adalah semangat NW yang harus dijaga dipupuk dalam semua abituren. Bukan sebaliknya menebar permusuhan, propaganda, saling menjelekkan. Model ini adalah ajaran penjajahan ajaran sesat kolonial yang menjauhkan kita dari semangat Pancasila. Cinta tanah air.
 
Sudah sangat lengkap nilai fatwa dan ajaran Maulana yang tersebar dalam banyak literatur dan sudah disampaikan semua, melalui murid-murid beliau yang tersebar di seluruh Nusantara. Serta madrasah – madrasah dan majlis beliau yang dirintis. Tidak ada lagi yang kurang, tinggal kita semua abituren dan para generasi penerus untuk lebih Arif bijaksana mendengarkan hati nurani membuang ego angkaramurka. karena manusia terkadang tidak mampu menaklukkan dirinya sendiri. Senada dengan  pesan dari perang badar, agar  manusia mampu menundukkan diri sendiri. Inilah hakekat kemenangan sejati. 
 
Sudah hampir duapuluh tahun lebih  warga besar Nahdatul Whaton tercabut dari rumah besar sendiri. hanya karena urusan administrasi selembar kertas yang terus di perdebatkan, tanpa ujung pangkal. Sehingga energi NW terkuras habis oleh hal hal yang kurang bermanfaat. Padahal tugas lebih besar menanti menjaga persatuan dan kesatuan ummat, memastikan semua warga abituren dan organisasi lebih berkemajuan dalam segala hal baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan terutama kemulian akhlaq. bagaimana membina warga abituren ummat pada umumnya agar mampu tumbuh sehat menjadi ummat washatho sehat jasmani rohani. Bukan sebaliknya ribut oleh hal sepele yang tidak mendatangkan kemaslahatan ummat. 
 
Dimana ada kemauan disitu ada jalan, begitulah kata pepatah lama. Imam sejati, pemimpin berkualitas, negarawan ulung, harus menaklukkan dirinya sendiri. Menyamakan ide gagasan dan presepsi untuk kerja bersama.  Inilah konsep dan koncinya. Kemudian duduk bersama kekeluargaan dengan semangat Pancasila gotong royong, menghargai penuh cinta. meletakkan membuang semua ego dan angkara murka. Yang lalu biarlah berlalu menjadi sejarah  jangan ada pembahasan ulang. Untuk kita kenang sebagai masa kelam. lalu menatap masa depan yang jauh lebih bermakna bermartabat dengan semangat cinta damai untuk kemaslahatan ummat dan ormas NW sebagai peninggalan Maulana Syekh yang harus kita jaga bersama.
 
Hanya dengan cara ini dan harus dimulai dari sekarang jangan ditunda lagi all :
1. Membangun silaturrahim
2. Meletakkan kepentingan ummat bangsa diatas yang lain
3. Menatap ke depan bukan membahas ke belakang, yang lalu biarlah berlalu sebagai pelajaran kita semua 
4. Organisasi harus diisi oleh orang yang berjiwa pengabdi, profesional, berintegritas, berkarakter. Memiliki jiwa santri, Visioner.
5. Semua keputusan melalui mekanisme organisasi bukan individu 
6. Berhenti saling menyalahkan dan membenarkan diri sendiri mari buang ego duduk sama rata berdiri sama tinggi
7. Mari mendengar suara jamaah warga NW karena pengurus hanyalah mengomandani menuju tujuan bersama bukan mempolitisasi suara jamaah 
8. NW milik kita milik ummat bahkan Maulana sendiri tidak merasa memiliki. Mari kita rawat dan jaga bersama ummat.
9. Pembinaan memajukan madrasah NW disemua wilayah Nusantara adalah tugas dan tanggung jawab semua khususnya pimpinan tertinggi karenanya mari kompak utuh bersatu. Bersama pasti bisa. 
 
Kita semua warga abituren wajib terus menjaga mendorong perbaikan islah untuk kemaslahatan ummat bangsa dan organisasi. Kembali melaksanakan khittoh sebagaimana Waksiat Renungan Masa kompak utuh bersatu. 
 
Penulis PD NW Jakpus. Presiden Forum Kebangsaan.
 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA