Gaji Honorer GTT & PTT Mataram 3 Bulan Belum Cair, Birokrasi Dianggap Lamban

Gaji Honorer GTT & PTT Mataram 3 Bulan Belum Cair, Birokrasi Dianggap Lamban

Sinar5news.com – Mataram – Ditengah kondisi pandemi covid-19 varian baru yang semakin tidak terkendali dan kenaikan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi, kabar duka justru datang dari tenaga honorer pendidikan di kota Mataram.

Memasuki bulan ketiga di tahun 2022 ini, guru dan pegawai honorer (GTT dan PTT) di lingkungan pendidikan kota Mataram menjerit di tengah kondisi keuangan yang sulit. Pasalnya hingga bulan Maret ini gaji mereka (GTT dan PTT) belum cair. Hal ini terjadi tidak terlepas dari dampak Mutasi Kepala Sekolah yang dilakukan baru-baru ini oleh Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana.

“Pemerintah kota Mataram sekarang birokrasinya semakin sulit, paling tersiksa honorer, gaji untuk honorer pun di tahan. Malah dalilnya tunggu rekomendasi dari dinas, padahal Dana Bos dari awal bulan Februari sudah di rekening sekolah masing-masing”, ucap Zaenal Abidin salah satu anggota Forum Guru Honorer Agama (FGHA) Kota Mataram, Jum’at (4/03/2022).

Ia juga keluhkan birokrasi Pemkot Mataram yang terkesan lamban dan tidak memahami kondisi guru honorer di kota Mataram.
“GTT dan PTT lapar, ada yang gali lubang tutup lubang untuk membeli beras dan belanja istri, anak”, ujarnya.

Keluhan yang sama datang dari Guru Agama yang lain Habibul Azami.
“Rasulullah SAW bersabda: Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering. (HR. Ibnu Majah). Haram hukumnya menunda Gaji Pekerja tanpa alasan yang Syar’i”, katanya sambil mengutip sebuah Hadis.

Sementara itu, Sekretaris Forum Pegawai Tidak Tetap (FPTT) Kota Mataram Hasbullah merasa miris apa yang tengah dirasakan oleh tenaga honorer pendidikan di kota Mataram saat ini. Lantas ia membandingkan kondisi tersebut dengan guru yang berstatus PNS.
“GTT dan PTT sudah tiga bulan tidak mendapatkan gaji, miris sekali sampai panci di jual untuk beli beras. Sedangkan kalau PNS gaji telat tiga hari saja udah pada ribut”, keluhnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Forum Guru Honorer Agama (FGHA) Kota Mataram Abdul Hayi.
“Dana Bos itu sebagai ruh kami berjuang sehari hari, kalau selalu di pending prosesnya belajar mengajarpun akan berdampak kurang dinamis terhadap anak didik di lingkup kota mataram”, jelasnya.

Terpisah, media ini mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H. Lalu Fatwir Uzali melalui whatshaap namun tidak mendapatkan balasan. Hingga berita ini dinaikkan belum ada tanggapan dari Kepala Dinas Kota Mataram. (Man)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA