Dianatara kunci yang membuat orang tua bangga dan bahagia, bila melihat anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang saleh/hah yang senantiasa patuh dan berbakti kepadanya.
Alangkah menderitanya hati orang tua jika melihat anaknya durhaka dan tidak patuh sama sekali. Padahal anak itu tidak akan pernah ada di dunia ini, kalau tidak ada ibu yang melahirkannya.

Inilah diantara bentuk tindakan nyata dari pembangkangan seorang anak kepada orang tuanya. Anak durhaka itu sama sekali tidak pernah menghargai jasa-jasa orang tuanya. Sebaliknya lebih menghargai temannya atau pacarnya ketimbang orang tuanya sendiri. Apapun yang diinginkan teman atau pacarnya dengan segera memenuhinya walaupun harus berkorban segala-galanya.
Padahal dalam Al Quran sangat jelas melarang keras seorang anak durhaka kepada orang tuanya walaupun hanya mengatakan “ah”, apalagi berkata kasar atau lebih dari itu. Sungguh tindakan itu amat sangat membuat murka Allah dari dunia hingga akhirat nanti.
Lihatlah kenyataannya orang-orang yang durhaka di dunia ini, terlalu banyak fakta yang terungkap. Dahulu ada seorang hamba Allah yang bernama Juraij. Juraij ini seorang yang sangat saleh hari-harinya sibuk tidak ada waktu luang sedikitpun, semuanya untuk ibadah mendekatkan diri kepada Allah.
Suatu ketika Juraij sedang shalat sunnah, kemudian ibunya memanggil berulang-ulang, tapi Juraij tidak mempedulikannya. Akhirnya ibunya kesal dan betdoa, Ya Allah jangan Engkau matikan Juraij sebelum bertemu dengan wanita pelacur.
Tak lama kemudian datanglah seorang wanita pelacur yang memfitnahnya dan menyebarkannya kesemua orang, katanya, “Saya hamil saat ini karena ulah si Juraij yang katanya orang yang sangat saleh”
Akhirnya semua masyarakat marah dan menghakimi Juraij dengan merusak tempat ibadahnya.
Pasa zaman Rasul juga ada seorang sahabat yang saleh bernama Al Qomah, hari-hari bersama Rasul. Soal ibadah jangan tanyak, selama hidupnya tidak pernah meninnggalkan salat berjamaah.
Tapi menjelang kematiannya pada saat sakaratul maut mulutnya seperti terkunci tidak bisa mengucapkan dua kalimat syahadat dan proses kematiannyapun sangat menyakitkan. Setelah mendapatkan maaf dari ibunya, barulah mulut Al Qomah mampu mengucapkan dua kalimat syahadat, itupun setelah mendapatkan ancaman dari Rasul. Kalau ibunya tidak memaafkan kesalahan anaknya, maka Nabi dan para sahabat akan membakarnya.
Hampir disemua tempat kita menjumpai nasib buruk yang dialami oleh setiap anak yang berani durhaka kepada orang tuanya.
Di daerah Padang, Sumatra Barat sendiri sangat terkenal dengan legenda Malin Kundang sang anak durhaka yang telah dikutuk oleh Allah menjadi batu karena durhaka kepada ibunya sendiri.
Maka pantaslah sang raja dangdut Rhoma Irama menciptakan sebuah lagu yang sangat menyentuh yang berjudul, “Keramat”. Diantara penggalan syair lagunya yang patut kita renungkan adalah;
Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya
Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu
Bukannya gunung tempat kau meminta
Bukan lautan tempat kau memuja
Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua
Semoga dengan mutiara hikmah ini, menjadikan kita semakin berbakti kepada orang tua kuta. Aamiin.
Bekasi, 6 Rabiul Awal 1441 H/2 Desember 2019 M



