Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa HAMZANWADI adalah sebutan masyhur Maulana Syaikh, singkatan dari namanya, nama organisasi dan lembaga pendidikan yang didirikannya. HAMZANWADI singkatan dari Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiah.
Karena HAMZANWADI adalah gabungan dari namanya, nama organisasi dan lembaganya, maka tidak bisa dipakai oleh sembarang orang untuk dijadikan sebagai nama panggilan atau nama bagi sesuatu, kecuali atas izinnya. Boleh dikatakan, itu adalah nama eksklusif dan istimewa.
Dalam pengamatan penulis, setelah mengadakan wawancara dengan orang yang telah bertemu langsung dengan Maulana Syaikh dimasa hidupnya, bahwa beliau telah memberikan nama dua tempat ibadah di Indonesia dengan menggunakan nama HAMZANWADI. Satunya nama untuk Masjid dan satunya lagi nama untuk Mushalla.
Satu – satunya nama masjid HAMZANWADI yang pernah beliau namai di tanah pertiwi Indonesia adalah berada di tanah Betawi DKI Jakarta, tepatnya di Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta yang beralamat di Jl. Raya Penggilingan RT 01 RW 03 Penggilingan Cakung Jakarta Timur. Penamaan Masjid ini sebagai HAMZANWADI langsung diberikan oleh Maulana Syaikh.

Kemudian HAMZANWADI yang kedua adalah nama dari Mushalla yang berbeda di tanah Sasak Lombok Tengah, yang beralamat di :
Desa : Ungga
Kampung : Ampan Lolat
Kecamatan : Praya Barat Daya
Kabupaten : Lombok Tengah.
Menurut keterangan dari bapak Muhaidin, warga kampung setempat yang pernah bertemu langsung dengan Maulana Syaikh, bahwa penamaan Mushalla HAMZANWADI adalah langsung diberikan oleh Maulana Syaikh. Jelasnya.

Inilah dua HAMZANWADI yang diberikan nama oleh HAMZANWADI pendiri NWDI, NBDI dan Nahdlatul Wathan, seorang pahlawan Nasional asal NTB (Nusa Tenggara Barat).
Entah apa hikmah dari pemberian nama tersebut, karena Mushalla yang ada di lingkungan Madrasah Diniyah Islamiah Pancor Lombok Timur sebagai madrasah pusatnya, tempat Maulana Syaikh tinggal, tidak dinamakan dengan Mushalla HAMZANWADI, tetapi dinamakan Mushalla Al Abror.

Yang pastinya adalah, seorang ulama besar dan kharismatik memberikan nama bagi sesuatu, tentu memiliki maksud dan tujuan yang baik. Lebih lagi, itu adalah nama yang sangat eksklusif dan istimewa, tentu memiliki maksud yang istimewa juga.
Wallahu A’lam
Fath



