Bekasi – 7/09/22 – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melaksanakan Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Tatanan Sekolah Dalam Rangka Kegiatan Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Dan Gerakan Hidup Bersih dan Sehat. Acara ini dilaksanakan di Grand Cikarang Hotel, jl. Jababeka Raya, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini diikuti oleh 46 Puskesmas yang ada di kecamatan Kabupaten Bekasi. Dengan pembagian jadwal sebanyak 23 Puskesmas perharinya dan mulai terhitung sejak tanggal 06 September 2022 kemarin.
Acara ini juga turut dihadiri oleh dewan guru serta siswa-siswi yang berasal dari sekolah yang ada di Kabupaten Bekasi, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Acara PHBS pada hari bertujuan untuk mempromosikan penyelenggaraan kesehatan khususnya di lingkungan sekolah agar warga masyarakatnya memiliki kesadaran lebih untuk melakukan hidup bersih dan sehat.
Dengan mengundang pembicara Bpk. Endi S. dan Ibu Wini N. dengan tema atau materi pembicaraan tentang Kebijakan Dan Perkembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Pencegahan Stunting di Sekolah dalam Rangka Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Diketahui bahwa saat ini Indonesia sedang mengutamakan preventif bagi kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, dan kesehatan anak sekolah. Hal ini dikarenakan waktu tersebut merupakan masa keemasan atau golden age untuk mencetak manusia yang unggul.
Meski begitu, setiap orang memiliki hak asasi, tanggung jawab, dan kewajiban yang sama dimana hal tersebut harus dilakukan secara seimbang antara pemerintah dan masyarakat agar bahu membahu demi terciptanya perilaku hidup sehat.
Selanjutnya disamping pandemi covid-19, Indonesia masih mengalami Triple Burden (Masalah penyakit yang melanda) mulai dari penyakit Pinere, penyakit menular yang belum diatasi, dan penyakit tidak menular yang cenderung naik.
Terkait pelaksanaan pola perilaku hidup sehat, Indonesia mengalami beberapa hambatan dalam penerapannya. Hal ini dibuktikan dengan kurangnya konsumsi buah dan sayuran, mengonsumsi minuman beralkohol, memakan makanan cepat saji (junk food), merokok, bermalas-malasan, dan jarang melakukan aktivitas fisik. Yang mana hal tersebut dapat menyebabkan obesitas, kanker paru-paru, jantung, mengalami kendala dalam pencernaannya (diare/sembelit), stroke, kerusakan, dan bisa berakibat fatal yang berujung pada kematian.
Di masa Pandemi Covid Saat ini angka atau ratio kematian ibu semakin meningkat, dan angka kematian bayi justru menurun . Sedangkan angka stunting cenderung mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar 3,87% (2019-2021) diberbagai daerah di Indonesia.
Tujuan masyarakat berperilaku sehat diantaranya adalah agar kesehatan diri dan keluarga bisa terjaga, menciptakan lingkungan yang bersih, menjadikan masyarakat lebih produktif, dan berkurangnya biaya berobat.
Kemudian yang bisa dijadikan indikator PHBS di Institusi Pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Memelihara kebersihan tubuh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki
2. Menggunakan pakaian dan atribut sekolah yang rapih dan bersih
3. Berolahraga yang teratur dan terukur
4. Tidak merokok dan menggunakan napza di lingkungan sekolah atau di lingkungan luar sekolah
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Menggunakan air, jamban dan wc yang bersih dan nyaman
7. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun
8. Membuang sampah ke tempat sampah yang terpilah
9. Mengonsumsi jajanan sehat dari lingkungan sekolah
10. Mengukur tinggi badan dan menimbang berat badan setiap bulannya.
Selain itu, sekolah juga bisa melaksanakan kegiatan Jum’at bersih dan juga melaksanakan aksi bergizi di sekolah dengan mengonsumsi makanan yang berkarbohidrat, serta mengandung gizi dan protein yang tinggi.




