Sinar5news.Com – Lombok Timur – Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PGNWDI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Acara Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi 204 orang guru SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/MA se Pulau Lombok dan Penandatanganan MoU dengan BPMP Provinsi NTB. Bertempat di Gedung Birrul Walidhain Pancor Lombok Timur. Ahad (11/09/2022)

Ketua umum PGNWDI H.L.Muhammad Hidir,M.Pd dalam laporannya mengatakan tujuan diselenggarakannya kegiatan sosialisasi tersebut karena berangkat dari keprihatinan Pimpinan Pusat PGNWDI karena sosialisasi IKM itu baru sampai kepada sekolah – sekolah negeri.
“Sekolah-sekolah swasta sama sekali belum dilirik atau disentuh dengan IKM ini, itulah sebabnya kami ingin semua sekolah swasta yang ada dilingkungan organisasi NWDI ini betul-betul kita laksanakan agar tidak ketinggalan,”ungkap H.M.Hidir.

H.Hidir juga menambahkan sosialisasi di Pancor ini merupakan sosialisasi tahap ke tiga, dan dimasing-masing tempat dihadiri oleh ratusan guru. Dan program sosialisasi ini tidak berhenti sampai sebatas sosialisasi tetapi dilanjutkan dengan pendampingan.
“Sosialisasi yang kami laksanakan ini, tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi kami lanjutkan dengan terus melakukan pendampingan, sehingga semua sekolah atau madrasah yang ada dibawah naungan NWDI betul-betul memahami IKM tersebut,”ujarnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlathain Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyah (YPH PPDNWDI) Pancor, H.M.Djamaluddin,BE,M.Kom dalam kata sambutannya mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan sosialisasi IKM yang digelar oleh PGNWDI.
“Saya menyambut baik kegiatan sosialisasi IKM sebagai bagian dari kegiatan dalam rangka memperingati Hultah NWDI ke-87, yang mana kegiatan-kegiatan dalam Hultah NWDI sudah mulai digelar sejak 31 Agustus 2022 lalu, dengan berbagai macam mata lomba, bakti sosial dan sosialisasi literasi digital. Untuk tanggal 16-17 September besok akan ada Pawai dan puncak acara Hultah kita tanggal 18 September 2022,” ungkap H.M.Djamaluddin.
H.M.Djamaludin juga menambahkan Konsep IKM ini adalah hal baru di dunia pendidikan sehingga sangat perlu untuk terus disosialisasikan, agar para pendidik atau guru dapat memahami apa itu IKM dan diterapkan disatuan pendidikan masing-masing.
“Kita mengetahui bahwa kurikulum merdeka ini adalah konsep baru dan beranjak dari kenyataan bahwa dunia pendidikan kita di Indonesia dari sisi literasi dan edukasi masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain. Dimana dalam konsep Kurikulum Merdeka siswa diberikan kebebasan untuk memilih pelajaran sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing,”ujarnya.
Untuk itu Ketua YPHPPDNWDI berharap kepada Badan otonom PGNWDI yang membawahi guru-guru yang ada di Pondok Pesantren dan Madrasah-madrasah NWDI patut terus didukung.
“PGNWDI sudah terbukti sebagai salah satu Badan Otonom yang aktif melakukan pembinaan kepada anggotanya. Menurut penilaian saya ada tiga Badan Otonom yang cukup aktif diantaranya Muslimat NWDI, PGNWDI dan IPNWDI,”pungkasnya.(red)




