Salam olahraga…! Semangat olahraga digelorakan di bumi khatulistiwa Kutai kalimantan timur membahana menggema menyapa bumi Nusantara. Kembali memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat ajakan yang dari dulu pernah padam dinyalakan kembali. Bertemakan “menyongsong juara” dengan Terget masuk lima besar pada event olimpiade 2030 akan datang. Sebuah target yang sangat berlian guna terus menggalakkan cinta olahraga di tanah Nusantara mulai dari desa sampai ke kota.
Dalam pidato pembukaan hari olahraga nasional yang ke 39 bapak wakil presiden dengan suara lantang menggema memecahkan cakrawala mengajak seluruh warga bangsa di seluruh tanah air untuk cinta olahraga ” saya yang sudah tua saja masih senang berolahraga ” imbuhnya disela sela pidato beliau. Bagaimana dengan Anda yang masih muda. Melalui olahraga masyarakat dan negara akan tumbuh sehat berdaya saing tinggi.
Arah baru gerakan kebangsaan priode kepemimpinan Jokowi ini sangat serius menangani peningkatan olah raga dengan telah disusunnya roadmap model pencarian bakat dan pembinaan pada semua tingkatan pada seluruh bidang olahraga di seluruh tanah air menjadikan geliat olahraga tanah air terus tumbuh. Seiring dengan peningkatan penghargaan untuk para atlit berprestasi dan terserapnya atlit untuk dikaryakan baik di BUMN, pegawe negri sivil, TNI, Polri. Ini bagian cara pemerintah menghargai atlit disamping bonus menigkat beserta pasilitas lainnya.
Dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat mansane ingkomporisano begitulah filosofi yang sering kita kenal sejak awal duduk di bangku sekolah. Kementrian pemuda dan olahraga upaya mengejar prestasi dunia maka sudah saatnya diemban oleh pelaku olahraga bukan dari politisi atau perwakilan partai melainkan pelaku atau pegiat olahraga. Ini adalah cara cepat membuka jalan terang meraih prestasi clan government.
Bangsa ini sudah saatnya bangkit bergerak maju bukan hanya sibuk dengan semboyan, simbul dan seremonial belaka. Tapi harus lebih serius berlari melakukan kerja-kerja nyata dan konsisten menjalankan apa yang sudah di susun bersama siapapun pemimpin dan pembawa nahkoda. Melalui gerakan olahraga yang mengajarkan sportifitas, disipilin tinggi, latihan terus menerus adalah cara mendidik bangsa ini agar tumbuh budaya kerja keras, disiplin, menguatkan solidaritas melahirkan generasi sehat jiwa raga jauh dari mental korupsi.
Membiasakan hidup sehat dengan gaya yang sehat adalah proses pembudayaan cinta olahraga pada semua tingkatan umur baik di sekolah dan kampus. Memperbanyak taman-taman olahraga dengan pasilitasnya, agar mempermudah akses warga untuk bisa berolahraga dengan keluarga, rekan, komunitas dst. Dengan demikian apa yang dicanangkan pemerintah kembali membudayakan masyarakat berolahraga akan mudah terlaksana sebagai gerakan nasional di seluruh Nusantara.
Mental juara, disiplin, kerja keras yang sudah diwarisi leluhur bangsa harus terus dinyalakan Selaras dengan fatwa presiden Republik Indonesia ” Olahraga bukan sekedar gaya hidup dan latihan fisik, melainkan instrumen untuk menanamkan jiwa dan karakter yang tangguh. Melahirkan semangat untuk jadi pemenang serta menjaga optimisme untuk maju “. (Jokowi Dodo). Sukses tidak datang tanpa kerja keras spirit olah raga penting ditanamkan sejak dini pada anak bangsa untuk mencegah jalan pintas dalam mendapatkan hasil hidup sukses bukan lewat maling, korupsi, tebar propaganda/fitnah/hoxs dst.
Jiwa kesatria bangsa yang dulu tumbuh subur pada dada sanubari anak bangsa pasca presiden Sukarno mulai luntur akibat hedonisme kuatnya dominasi politik partai sampai hari ini. Undang – undang banyak muncul hanya untuk mengakomodir kepentingan kelompok bahkan UUD’45 sebagai acuan dasar bernegara mereka amandemen.
Kuatnya pengaruh oligarki akibat jiwa kesatria anak bangsa sudah berlahan pudar dikalahkan oleh kepentingan individu maupun kelompok. Melalui nyalakan api cinta olahraga memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat jiwa kesatria mengedepankan kepentingan bangsa dan rakyat banyak akan bisa tumbuh subur kembali seiring dengan ajaran Pancasila.





