Sinar5news.com – Mataram – Forum Pemuda Kreatif Kota Mataram melakukan Diskusi dengan tema Bersama Generasi Milenial Membangun Kota Mataram 2020 mengundang semua kandidat Bakal Calon Walikota Mataram masa bakti 2020 – 2025 namun yang hadir dalam diskusi tersebut hanya Ir.H.Irzani dan H.Lalu Makmur Said sedangkan Balon yang lain berhalangan hadir dengan alasan yang tidak jelas.
Hal itu yang disayangkan oleh Ketua Pemuda Kreatif mataram Tamhid SH,pemuda Sekarbela itu mengatakan bahwa diskusi itu dalam rangka memperdalam konsep dan gagasan para calon pemimpin kota Mataram untuk generasi milenial yang jumlahnya hampir 49 persen yang tinggal dimataram dengan usia 15 – 40 tahun.
Dalam diskusi tersebut berkembang pertanyaan dari kaum milenial mataram terkait tawaran Ir.H.Irzani M.Si yang akan membuat program Rp.200 juta per lingkungan se Kota mataram. Salah seorang peserta diskusi Widi dari utusan pemuda kekalik mataram mempertanyakan program tersebut.
“Banyak saya baca dan saya lihat di media social dan media cetak, pak Irzani akan kasi 200 juta perlingkungan,dari mana dananya itu pak? Apa bisa menyelesaikan seluruh permasalahan lingkungan,” Tanya Widi yang juga Mahasiswa UIN Mataram.
Dalam menanggapi pertanyaan tersebut kandidat Balon Walikota mataram Ir.H.Irzani menjelaskan bahwa hal itu bukan mustahil mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) kota Mataram tahun 2020 hampir 1,6 triliun.Dengan APBD sebesar itu seluruh lingkungan bisa mendapatkan dana tersebut secara merata.
“Itu yang saya gagas 200 juta per lingkungan bukan main-main, itu realistis mengingat APBD kita yang cukup besar 1,6 triliun, 200 juta per lingkungan hanya menghabiskan 65 milyar,” Jelas H.Ir panggilan akrab H.Irzani.

H.Irzani juga menambahkan uang 200 juta untuk kepentingan rakyat sangatlah kecil,apapun yang akan dilakukan seharusnya demi untuk kepentingan rakyat atau masyarakat kota mataram.
“200 juta per lingkungan berarti 4 persen dari APBD kota mataram,apa susahnya kalau memang itu untuk kepentingan masyarakat kota mataram . ada yang protes mengatakan tidak ada regulasi,kita buat regulasinya. Itu tidak akan bertentangan dengan peraturan yang diatasnya,pasti bisa,” Ucapnya dengan nada optimis.
Persoalan yang terjadi selama ini hanya terkendala kemauan pemimpin saja, jika ingin menyelesaikan permasalahan kota mataram harus diselesaikan dari bawah.
“Asal Walikota mau, tidak ada yang tidak bisa,itulah sebabnya pendekatan structural yang harus clear dulu, APBD itu bukan hanya untuk aparatur saja tapi harus lebih besar untuk rakyat. Makanya penting bahwa pemimpin itu harus serius,harus konsisten,pemimpin itu itu focus berkhidmat untuk masyarakat bukan untuk kepentingan oknum tertentu,” Pungkas H.Irzani.(Bul)



