Sinar5new.com -Menurut BMKG hari ini, Kamis (26/12/2019) akan terjadi gerhana matahari cincin dimulai pukul 10.34 – 12.17 WIB.
Terjadinya gerhana matahari adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah di alam jagat yang luas ini. Bagi orang beriman tentu melihatnya sebagai sebuah pembelajaran yang sangat berharga.
Diantara pembelajaran yang dapat dipetik adalah betapa kuasanya Allah merubah segala seauatu dengan kun fayakunnya. Biasanya matahari dan bulan memancarkan cahanya secara normal dan ini sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk-makhluk lainnya di bumi ini.
Ketika terjadi gerhana matahari yang sejajar dengan bulan, maka cahaya matahari menjadi redup. Dan ini membuat kita takut akan kebesaran Allah. Oleh karena itu selama terjadi gerhana, Rasulullah SAW memerintahkan kepada umatnya untuk melakukan shalat kusuf sampai gerhana matahari berakhir. Sebab tidak bisa dibayangkan kalau gerhana matahari ini tidak berakhir, maka akan terjadi bala benacana yang luar biasa, karena cahaya matahari yang tidak normal.
Oleh karena itu selama terjadi gerhana matahari, kita diperintahkan untuk shalat gerhana kusuf, memperbanyak doa, takbir, shalat dan sedekah. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)
Jadi menurut hadis tersebut kita diperintahkan untuk:
Peetma, Banyak berdoa memohon kepada Allah.
Kita berdoa menohon kepada Allah agar dosa-dosa yang pernah kita perbuat selama ini diampuni. Kita juga berdoa agar Allah selalu memberikan perlindungan dan keselamatan atas segala mushibah dan bencana yang banyak terjadi di Indonesia khususnya. Seperti bencana gempa, banjir, sunami, longsor, gunug meletus dan lain sebagainya.
Kedua, perbanyak membaca takbir.
Kita bertakbir untuk mengagungkan nama Allah, bahwa gerhana matahari tidak terjadi dengan sendirinya. Itu adalah bentuk kebesaran Allah agar manusia sadar bahwa Allah Maha Kuasa merubah cahaya matahari yang tadinya terang benderang menjadi redup karena terjadi gerhana.
Maka kita bertakbir agar kita tersadarkan bahwa kita adalah makhluk lemah yang berada pada genggaman kuasaNya. Kapanpun kita bisa mengalami sakit, susah bahkan kematian yang datang secara tiba-tiba.
Ketiga, kita diperintahkan untuk melaksanakan sahalat gerhana dua rakaat.
Shalat gerhana matahari ini hukumnya sunnat muakkadah. Artinya shalat sunnat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan baik bagi muslim laki maupun muslim perempuan.
Shalat adalah simbol ketundukan dan kepasrahan diri kepada Allah. Dengan shalat akan menyadarkan iman kita bahwa adanya gerhana itu bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah.
Oleh karena itu ketika melaksanakan shalat gerhana, laksanakan dengan khusyu’. Perhatikan ayat-ayat yang dibaca imam, hayati setiap bacaan dan gerakannya, sehingga muncul rasa takut kepada Allah, ingat segala dosa dan berharap memohon kepada-Nya agar selamat dari malapetaka dunia dan malapetaka akhirat.
Keempat, bersedekah sesuai kemampuan.
Bersedekah adalah bagian dari tanda syukur kepada Allah atas segala rizqi yang telah banyak kita terima selama ini. Disisi lain sedekah itu bisa mencegah bala’ dan bencana yang datang terkadang dengan tiba-tiba. Nah harapan kita semoga dengan sedekah itu Allah melindungi kita dari dampak negatif yang ditimbulkan dari gerhana matahari.
Semoga uraian hikmah hari ini dapat menjadi bekal ilmu dalam menghadapi gerhana matahari yang terjadi hari ini. Aamiin. (Amr)
Cirebon, 28 Rabiu Akhir 1441 H/26 Desember 2019 M




