Kultum 4 Ramadhan: Menjadikan sabar sebagai kunci dalam puasa Ramadan

Kultum 4 Ramadhan: Menjadikan sabar sebagai kunci dalam puasa Ramadan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

الحمد لله الذي قال : وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ. والصلاة والسلام على سيدنا محمد سيد الانبياء والمرسلين واله وصحبه اجمعين اما بعد

Yang terhormat : Pengurus Masjid…., para hujjaj, para asatidz dan segenap jamaah shalat isya dan tarawih yang dirahmati Allah SWT.

Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menaruhkan dalam hati hambanya sifat sabar sebagai senjata dan kekuatan dalam menjalankan ibadah kepadanya, serta sebagai sarana untuk lebih mudah mendekatkan diri kepada nya untuk mendapatkan Ridha dan Rahmat nya.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang telah mencontohkan kepada manusia tentang bagaimana menerapkan sifat sabar dalam kehidupan sehari-hari.

Jamaah kaum Muslimin rahimakumullah

Secara sederhana, sabar dapat diartikan sebagai salah satu upaya menahan apa yang ada pada diri sendiri dari emosi dan keinginan, serta tidak mengeluh terhadap apa yang menimpanya. Termasuk juga bagian dari langkah sabar adalah bertahan dalam sebuah kondisi.

Kaitannya dengan puasa, sabar dapat dimaknai dengan menjalankan puasa dengan tulus karena Allah dengan menahan diri dari segala yang membatalkannya sampai batas dibolehkannya berbuka yaitu saat terbenamnya matahari.

Dalam menahan diri dibutuhkan sifat sabar sebagai rem supaya tidak kebablasan atau keluar dari batas yang sudah digariskan. Batas garis orang yang berpuasa adalah tidak keluar menuju segala yang membatalkan puasa. Jika orang yang sedang berpuasa keluar dari batas garis yang telah ditentukan, maka puasa yang dilakukan bisa jadi batal atau pahalanya terkikis bahkan bisa habis.

Orang yang tidak sabar dalam menjalankan puasa akan keluar dari puasa pada umumnya menuju perbuatan yang bisa membatalkan atau mencederai pahala puasanya. Misalnya saja tidak sabar dalam menahan diri dari haus dan lapar, akan dapat menjadikan orang nekat untuk membatalkan puasa dengan makan dan minum secara sengaja. Orang yang tidak sabar dalam menahan nafsu syahwatnya, akan bisa terjerumus kepada hubungan badan dengan pasangannya di siang hari bulan Ramadhan sebagai pelampiasan nafsu syahwat.

Dalam semua keadaan, bila ingin mendapatkan puasa yang maksimal, maka segala yang dihadapi dan dirasakan oleh orang yang berpuasa hendaklah selalu dibingkai dengan sifat sabar. Karena hanya dengan sabarlah seseorang akan mendapatkan ganjaran yang sempurna disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kaitannya dengan hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan di dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 10:

اِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az-Zumar: 10)

Maka boleh dikatakan, bahwa siapapun yang menginginkan kesempurnaan pahala puasa Ramadhan, hendaklah melakukannya dengan penuh kesabaran karena Allah semata.

Jamaah kaum Muslimin rahimakumullah

Karena begitu besarnya peran sabar dalam ibadah puasa, maka sebuah keharusan bagi orang yang berpuasa untuk melatih dan membiasakan diri bersabar dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan supaya tidak mudah terjerumus dalam segala hal yang bisa membatalkannya.

Melatih diri untuk bersabar dalam menjalankan ibadah puasa merupakan hal yang sangat mulia, karena orang-orang yang bersabar termasuk deretan dari bagian orang-orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-nya:

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)

Jadi, orang yang melatih dan membiasakan diri dengan penuh kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa bukan saja mendapatkan kesempurnaan pahala puasa, tetapi lebih dari itu, juga menjadi hamba yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jamaah kaum Muslimin rahimakumullah

Mungkin dalam pelaksanaan puasa Ramadan, dirasakan banyak sekali kekurangan di sana sini disebabkan keterbatasan yang kita miliki. Baik itu keterbatasan dalam ilmu tentang puasa, ataupun keterbatasan kemampuan dalam menjalankan ibadah puasa secara sempurna. Namun hal itu tidak perlu membuat pesimis dalam mendapatkan ganjaran puasa yang besar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena bagi orang yang beramal shaleh dengan penuh kesabaran akan mendapatkan balasan yang lebih baik dari apa yang dilakukan.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang disebutkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 96 :

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (An-Nahl: 96)

Dari beberapa paparan yang telah disebutkan di atas dapat dijadikan sebagai motivasi untuk semakin semangat dalam menjalani ibadah puasa Ramadan, serta menjadikan sabar sebagai bagian terpenting dalam menjalankan ibadah puasa. Karena sekurang apapun kesempurnaan ibadah puasa yang dilakukan, masih ada harapan besar untuk memperoleh ganjaran yang melimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui penerapan sabar secara maksimal dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.

Mudah-mudahan dalam pelaksanaan puasa Ramadan ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kita kekuatan dan kesabaran untuk berikhtiar memperoleh Ridha dan Rahmat nya.

Demikian kultum yang bisa saya sampaikan pada malam ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua.

Wallahul mafiq Wal Haadi ilaa Sabilirrasyad

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Oleh: Muhammad Fathi

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA