“Mewarisi Jalan Dakwah: Dari Maulana Syaikh hingga TGB – Menjaga Akar Rumput, Membentengi Umat”

“Mewarisi Jalan Dakwah: Dari Maulana Syaikh hingga TGB – Menjaga Akar Rumput, Membentengi Umat”

Sinar5news.com – Sejarah perjuangan dakwah para ulama besar selalu berpijak dari bawah. Begitulah jalan yang ditempuh oleh Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan, yang membangun kekuatan umat tidak dari pusat kekuasaan, tapi dari akar rumput: dari surau ke surau, dari kampung ke kampung, dari dusun terpencil hingga pelosok pulau. Beliau mengerti satu hal penting: bahwa keutuhan umat bergantung pada kekuatan akarnya bukan hanya pada ramainya yang di atas.

Spirit itu hari ini dilanjutkan oleh TGB Dr. M. Zainul Majdi, yang bukan hanya sebagai ulama, tapi juga negarawan. Di tengah arus zaman yang kian kompleks, TGB hadir bukan untuk berjarak dengan masyarakat bawah, tapi justru menyambung kembali benang-benang dakwah yang dulu ditenun oleh Maulana Syaikh. Ia menjelajah ke kampung-kampung, menyapa jamaah yang sederhana tapi tulus, memberikan pengajian di masjid kecil yang sepi dari sorotan, tapi kaya dengan semangat mencintai agama.

Misi besar keduanya satu: menjaga dan memelihara akar rumput umat, agar mereka tidak tercerabut oleh arus globalisasi, tidak goyah oleh badai informasi, dan tidak terpengaruh oleh paham-paham asing yang menyesatkan. Paham-paham yang seringkali datang dengan wajah religius, tapi kosong dari akhlak, adab, dan keseimbangan.

“Kalau akar itu lemah, maka pohon mudah tumbang. Tapi jika akar dijaga, maka pohon akan tetap berdiri, meski dihantam badai berkali-kali.”

Dakwah ke kampung bukan sekadar syiar, tapi strategi perlindungan umat. Ketika ulama dan tokoh menjangkau pelosok, hadir langsung menyapa masyarakat, maka umat akan punya rujukan yang kuat. Mereka tidak akan gampang goyah oleh video ustaz asing yang mereka tak kenal, atau ajakan-agakan yang tak jelas asal-usulnya.

Maulana Syaikh dan TGB mengajarkan bahwa ilmu dan kasih sayang harus hadir bersama, dan keberpihakan kepada umat kecil bukan pilihan politik, tapi panggilan iman. Karena di balik pengajian di musholla kampung, ada benteng keimanan yang sedang dibangun perlahan tapi kokoh.

Penutup:
Misi suci ini masih terus berlanjut. Dan kita semua diajak untuk menjadi bagian darinya merawat akar rumput, menyinari kampung-kampung dengan cahaya ilmu, dan menjaga umat dari paham-paham yang mengikis kedamaian.

Penulis: Sayuti Hamdani, MA

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA