Sinar5news.com – Lombok Timur – Kontes Miss Glamour yang mempertontonkan aurat perempuan pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) Ke VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi viral di berbagai platform media sosial. Setelah kontes itu viral namun menuai kritik keras dari berbagai kalangan seperti tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda di pulau yang disebut daerah 1000 Masjid.

Setelah viral di berbagai platform Media sosial. Kecaman datang dari berbagai tokoh agama di seluruh Indonesia. Diantaranya dari Abah Muazhar Habibi Mudirul Am Pimpinan Pesantren Lentera Hati Islamic Boarding School Samarinda Kalimantan Timur. Selasa (29/07/2025)
Muazhar Habibi mengatakan dirinya sengaja live lewat akun medsosnya untuk menanggapi salah satu lomba yang tidak terseleksi yang diadakan oleh panitia Fornas VIII di NTB yang mengeksploitasi bagian tubuh perempuan yang sensitif untuk ditonton khalayak umum.
“Saya mengutuk keras salah satu lomba yang mengeksploitasi tubuh wanita seksualitas yang sangat tidak pantas dipertontonkan di depan khalayak umum di NTB pulau lombok pulau 1000 masjid dan sangat saya sayangkan panitia yang mengadakan lomba tidak selektif yang tidak pantas dan tidak ada unsur pendidikannya sama sekali,”ungkap Muazhar Habibi.
Untuk itu ia minta kepada panitia Fornas dan Gubernur serta Wakil Gubernur NTB untuk minta maaf kepada masyarakat atas terselenggaranya lomba tersebut yang sangat tidak pantas, yang sangat tidak islami dan sangat tidak mendidik. Karena itu di tonton oleh khalayak umum, masyarakat umum dan tentu juga di tonton oleh anak-anak di tempat tersebut.
“Saya menilai lomba tersebut (kontes Glamour) di atas panggung itu bukan cabang olahraga tetapi lomba eksploitasi tubuh wanita yang sama sekali tidak memiliki nilai seni dan nilai pendidikan, malah sebaliknya lomba tersebut akan merusak moral generasi bangsa,” pungkasnya.(red)



