Dirgahayu HUT RI ke-80 Sapu Bersih Untuk Indonesia Maju

Dirgahayu HUT RI ke-80 Sapu Bersih Untuk Indonesia Maju

Sinar5news- Dirgahayu HUT RI Ke – 80 ada rasa optimis yang selalu diajarkan, digelorakan leluhur bangsa untuk maju bangkit bergerak. Begitu juga dengan semua fatwa para pini sepuh bangsa agar tetap memelihara kecintaan pada merah putih tanah leluhur tempat kita dilahirkan. Tidak lupa pada purwadaksi Apapun kondisinya.

Ada sebuah rasa baru yang mengalir di tanah republik ini. Yaitu rasa percaya yang belum pernah terasa sejak lama. Seolah negeri yang selama bertahun-tahun berdiri di antara janji dan penantian, kini mulai melangkah keluar dari bayang-bayang semu keterpurukan, menuju terang yang masih jauh tapi nyata.

Dan di ujung sana, tampak satu nama berdiri di persimpangan sejarah: Prabowo Subianto. Kepemimpinan ini, yang baru seumur jagung, telah memberi isyarat penting. Bahwa, arah telah bergeser, bergerak menuju harapan cita- cita republik Indonesia berdiri; adil makmur sentosa. Dengan semboyan sapu bersih harapan itu kini tumbuh kembali stelah lama mati.

Bahwa kekuasaan bukan hanya tentang mempertahankan status quo, melainkan tentang menjemput nasib rakyat di titik nadir dan mengangkatnya ke tempat yang lebih layak. Bahwa mimpi lama tentang kedaulatan dan kemakmuran bukan hanya gula-gula yang dibacakan dalam pidato, tapi sudah mulai diurai menjadi program kerja nyata.

Tak dapat disangkal, dalam bulan-bulan awal pemerintahannya, Prabowo telah menyalakan harapan di ladang-ladang yang lama ditinggalkan. Ia tak datang sebagai birokrat yang hanya mengganti wajah papan nama kementerian, tapi sebagai negarawan yang membawa visi besar; menjadikan amanat UUD 45 dan Pancasila sebagai pondasi tujuan kemerdekaan.

Di tangan pemimpin yang tepat, kebijakan bukan lagi hanya angka-angka dalam dokumen, tapi menjadi denyut dalam nadi kehidupan rakyat. Namun seperti kata Albert Camus, “Menjadi raja bukan soal memiliki kekuasaan, tapi soal memikul bebannya dengan anggun.”

Dan dalam beban itulah kritik lahir. Bukan untuk melemahkan, tetapi justru untuk meneguhkan jalan. Masih ada petani yang tidak memiliki sawah yang menjual gabah di bawah harga pokok produksi. Masih ada nelayan yang kehilangan lautnya karena tata kelola yang belum bersih dari kepentingan. Masih ada pasar-pasar rakyat yang perlahan mati, kalah oleh skema distribusi yang dikuasai segelintir pemilik modal. Masih banyak warga miskin kota yang hidup di pinggir kali dan kolong jembatan, masih banyak pedagang kaki lima yang kehilangan lapaknya.

Dan lebih dari itu, masih ada rasa was was di dada rakyat kecil : Apakah keberpihakan ini akan bertahan, atau hanya euforia sesaat? Justru karena kami percaya pada Presiden Prabowo, kami merasa perlu bersuara. Bukan dengan teriakan oposisi, tapi dengan kasih seorang rakyat pada pemimpinnya.

Presiden Prabowo telah membuka pintu arah baru. Maka kini, tantangan berikutnya adalah menata isi rumah: membersihkan birokrasi dari rente, membumi hanguskan mafia dan para Sengkuni koruptor yang menggerogoti bangsa besar ini dari dalam, dan memperkuat posisi rakyat dalam rantai pasok. Langkah ini akan berat.

Tapi bangsa ini tak dibangun oleh langkah yang ringan. Kami tahu, Presiden tidak berjalan sendiri. Ia dikelilingi oleh harapan jutaan rakyat kecil, dan juga oleh kepungan kekuatan lama yang selalu mengintai.

Maka di sinilah, kami ingin berdiri bersama beliau. Bukan sebagai pengikut yang tuli, tapi sebagai penyokong yang jujur. Ketika orang benar diam, ia memberi legitimasi pada kebohongan.
Kejahatan tidak butuh banyak pelaku untuk menang, hanya butuh cukup banyak yang memilih aman. Sikap netral di tengah penindasan bukan tanda kebijaksanaan, melainkan bentuk paling halus dari pengkhianatan. Mari kita dukung Presiden Prabowo melakukan sapu bersih untuk Indonesia raya. Merdeka!

( Samianto)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA