26 Tahun Usia Pernikahan Saya Penuh Dengan Peristiwa

26 Tahun Usia Pernikahan Saya Penuh Dengan Peristiwa

26 Tahun Usia Pernikahan Saya Penuh Dengan Peristiwa

Alhamdulillah tidak terasa ternyata usia perjalanan pernikahan saya dengan istri tercinta Fakhrunnisa sudah mencapai 26 tahun. Alhamdulillah Ini adalah perjalanan yang cukup panjang yang kami lalui dalam bahtera rumah tangga yang Allah amanahkan untuk senantiasa menjaga cinta dan kasih sayang yang telah terpatri sampai kapanpun, hingga akhir kematian kami tiba. Doakan agar kami dapat terus melaju dan melewati hari-hari yang ada, dalam kebersamaan yang kokoh dan tak dapat digoyahkan oleh apapun bentuk badai ujian yang datang menimpa kami.

Usia pernikahan kami tahun ini boleh dibilang memasuki usia yang cantik dan berkesan, karena bertepatan dengan tanggal 26 September dan telah berusia 26 tahun lamanya. Kami menikah dengan istri tercinta Fakhrunnisa pada hari Ahad, 26 September 1999 di rumah kediaman orang tuanya yaitu Desa Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Waktu itu usia saya 25 tahun, sementara istri saya berusia 22 tahun.

Dalam perjalanan rumah tangga yang panjang tersebut, tentu banyak sekali peristiwa dan pengalaman yang kami rasakan. Ada yang bersifat manis dan ada yang bersifat pahit, ada yang bersifat baik dan ada yang bersifat buruk, ada yang bersifat menyenangkan dan ada yang bersifat memilukan, ada yang bersifat membahagiakan dan ada yang bersifat menyedihkan. Demikian seterusnya berbagai peristiwa dan pengalaman tersebut bercampur menjadi satu sebagai romantika dalam berumah tangga. Dan alhamdulillah kami bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semua peristiwa dan pengalaman tersebut dapat kami lewati, walaupun dengan berbagai macam kendala dan rintangan yang tidak mudah tentunya.

Berbagai macam peristiwa, masalah dan ujian kerap kali menimpa rumah tangga kami. Datangnya terkadang dari intern rumah tangga, ataupun terkadang dari eksternal yaitu dari luar rumah tangga kami. Datangnya pun bisa dengan tiba-tiba, tanpa pernah terduga sebelumnya. Atau datangnya dalam waktu yang cukup lama dan terkadang datang pula secara bertubi-tubi seakan-akan tidak ada akhirnya. Selesai masalah yang satu, datang lagi masalah yang kedua, ketiga dan seterusnya. Selesai cobaan yang satu, datang pula cobaan berikutnya. Demikian seterusnya datang silih berganti tanpa bisa dihalang-halangi.

Demikian banyak peristiwa, masalah dan ujian yang datang tersebut, ternyata hikmahnya menjadi pembelajaran yang sangat berharga di dalamnya, yaitu membuat diri kami semakin dewasa dan bijaksana dalam menghadapi dan menyelesaikan apapun suasana yang tidak mengenakkan terjadi. Rupa-rupanya itulah cara Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendidik mental kepribadian kami, agar menjadi hamba yang memiliki ketabahan, kesabaran dan keikhlasan dalam menerimanya.

Harapan dan doa kami, semoga dengan bertambahnya usia pernikahan kami hingga mencapai 26 tahun ini, rumah tangga yang kami bina senantiasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjaga dan melindungi. Terjalin keadaan dan suasana yang diinginkan, sebagaimana yang menjadi tujuan pokok berumah tangga dalam Islam yaitu mendapatkan sakinah, mawaddah, warahmah (samara). Amin ya robbal ‘alamin.

Bekasi, 5 Rabiul Akhir 1447 H/27 September 2025 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA