Ada 115 Kasus DBD Yang Terdeteksi Di Lombok Timur NTB.

Ada 115 Kasus DBD Yang Terdeteksi Di Lombok Timur NTB.

Sinar5news.com – Selong – Kepala Seksi Surveiland Epidemologi Imunisasi dan Kesehatan Bencana Dinas Kesehatan Kabapaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB). Sinawan,SH,M.Kes menerangkan sampai dengan minggu kedua Februari 2020 ini tercatat hanya 115 orang penderita DBD(Demam Berdarah Dengue) yang terjadi dikabupaten Lombok Timur.

“Samapi dengan saat ini ada 115 orang masyarakat kita yang terkena penyakit Demam Berdarah dimana pada Januari kemaren tercatat ada 76 orang sedangkan pada Februari ini ada 39 kasus,” Ungkap Sinawan kepada wartawan.
Ia juga menambahkan pada bulan ini merupakan puncak bulan penularan dimana pada biasanya mulai dari bulan Januari hingga bulan Maret akan menjadi puncak dari penularan penyakit DBD.
“Setelah bulan maret maka penularan akan turun hingga dengan pertengahan tahun, dan baru akan muncul kembali pada akhir tahun yakni pada sekitar bulan Oktober,Nopember dan Desember,” Terangnya.

Dalam mengantisipasi kasus tersebut pihak Dinas Kesehatan Lombok Timur melakukan deteksi dini penyakit tersebut dengan memberikan himbauan kepada petugas Puskesmas untuk menurunkan tim gerak cepatnya kewilayah yang ada indikasi kasus tersebut.
“Teman-teman di Puskesmas kita himbau untuk menggerakkan tim puskesmas kelilingnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, untuk melakukan deteksi dini dan kalau ada masyarakat yang perlu perawatan dirumah sakit maka kita akan arahkan masyarakat untuk melakukan rawat inap,” Imbuhnya.
Disamping itu pihak Dinas Kesehatan kabupaten Lombok Timur menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan gotong royong membersihkan lingkungan dan kalau pada lingkungan tersebut ada indikasi penyebaran kasus DBD maka diselesaikan dengan kegiatan Poging(penyemprotan atau pengasapan-red).

Kegiatan poging telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Rensing yakni di Desa Sukarara,karena ditempat itu ada indikasi penularan menurut laporan yang diterima Dikes Lotim.
Menurut Sinawan ada tiga kasus di Desa sukarara sesuai dengan laporan yang di terima, dan langah melakukan antisipasi untuk memutus rantai penularan dengan cara kompehensif, yakni mulai dari penemuan kasus, menyelesaikan kasus, kegiatan gotong royong,melakukan penyuluhan sampai kepada penebaran bubuk ABATE.

Dari data yang ada peningkatan jumlah kasus yang diterima dari masing-masing Puskesmas se kabupaten Lombok Timur, banyak terjadi diwilayah kerja Puskesmas Sakra, Puskesmas Selong dan Puskesmas Sikur.
“Kalau dari tempat yang lain terjadi penurunan karena penangan kita yang cukup cepat untuk mengatasi kasus DBD tersebut,” Pungkasnya.
Sinawan menambahkan kasus yang terjadi saat ini disebabkan oleh pola masyarakat dalam mengkonsumsi air bersih, karena pada musim kemarau kemaren masyarakat menampung air dengan wadah-wadah tertentu seperti drim,dan lainnya dan wadah itu tidak pernah dibersihkan sehingga dijadikan tempat berkembang biaknya nyamuk Aides Aigiefty tersebut.(Bul)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA