Khutbah Jum’at Edisi 24 April 2026 “Merasakan Kehadiran Allah Dalam Setiap Helaan Nafas.’

Khutbah Jum’at Edisi 24 April 2026 “Merasakan Kehadiran Allah Dalam Setiap Helaan Nafas.’

Khutbah Jum’at Edisi 24 April 2026 “Merasakan Kehadiran Allah Dalam Setiap Helaan Nafas.’

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Jamaah Jumat Yang Dirahmati Allah,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala limpahan nikmat-Nya—nikmat iman, Islam, serta kesehatan—sehingga kita bisa bersimpuh di rumah-Nya yang mulia ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswah hasanah kita, Nabi Muhammad Saw., beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Selaku khatib, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan kualitas takwa kita dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia menuju akhirat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Setiap kita tentu mendambakan ketenangan batin. Ketenangan itu muncul saat kita merasakan kehadiran Allah Swt. di dalam hati. Namun, kejujuran pada diri sendiri harus kita kedepankan: mampukah kita merasakan getaran keagungan-Nya saat kita sedang sendiri maupun di tengah keramaian? Inilah ujian keimanan yang sesungguhnya.

Kesadaran akan kehadiran Allah (muraqabah) hanya akan dirasakan oleh mereka yang memiliki kualitas iman yang mapan. Mana mungkin kehadiran Allah begitu terasa jika hati kita dipenuhi kabut kelalaian? Hanya iman yang kokoh yang mampu menghadirkan rasa diawasi oleh Allah dalam setiap keadaan.

Allah Swt. menegaskan pengawasan-Nya dalam Al-Qur’an:

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

“Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS. Asy-Syu’ara: 217–219)

Rasulullah Saw. pun memperkuat hal ini dalam hadisnya tentang hakikat ihsan:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Jamaah Yang Dimuliakan Allah,

Kesadaran ini sangat kita butuhkan. Dengan merasa diawasi, kita akan selalu berhati-hati. Tidak ada satu huruf pun yang tersembunyi dalam hati, tidak ada lintasan pikiran sekecil apa pun, kecuali Allah mengetahuinya. Kita tidak bisa bersembunyi, karena tidak ada sejengkal tanah pun di bumi ini yang lepas dari pengetahuan-Nya.

Mungkin ada yang beranggapan bahwa sesuatu yang tidak terlihat itu tidak ada. Ini adalah kekeliruan besar. Mari kita bicara secara ilmiah. Di dalam diri kita sendiri, banyak hal yang tidak terlihat namun kita yakini keberadaannya. Pernahkah kita melihat jantung kita bekerja? Pernahkah kita melihat aliran darah, ginjal, atau usus kita saat ini? Tidak. Namun kita yakin mereka ada karena fungsinya terasa. Bahkan ruh yang membuat kita hidup pun tak kasat mata. Ketiadaan penglihatan bukan berarti ketiadaan keberadaan.

Para ahli menjelaskan bahwa indra manusia itu terbatas. Mata kita hanya menangkap spektrum cahaya tertentu. Maka, ketiadaan penampakan bukan berarti ketiadaan eksistensi. Alam semesta yang luas, gunung yang kokoh, hingga keteraturan orbit planet adalah “karya dahsyat” yang menunjukkan adanya Sang Pencipta. Secara logika, mustahil ada sebuah karya tanpa ada penciptanya.

Lantas, bagaimana cara membangkitkan kesadaran agar kita benar-benar merasa Allah hadir begitu dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi kita?

Pertama, tumpahkan keyakinan bahwa Allah benar-benar ada. Pupuklah keyakinan ini dengan melazimkan kalimat tauhid, Laa ilaaha illallah. Ucapkan dan resapi setiap harinya, terutama setelah shalat lima waktu, hingga ia menjadi ruh dalam setiap tindakan kita. Tauhid yang hidup akan melahirkan kesadaran yang kuat.

Kedua, tadaburi alam semesta (tafakkur). Jangan remehkan ciptaan yang kecil. Dari seekor nyamuk hingga bentangan langit, terdapat ilmu pengetahuan dan hikmah yang luar biasa. Jika kita mengkaji dengan ilmu pengetahuan, kita akan menemukan bahwa setiap keteraturan alam adalah bukti kehebatan pengatur-Nya. Alam adalah ayat-ayat kauniyah yang berbicara tentang kebesaran Allah.

Ketiga, tadaburi Al-Qur’an. Dengan rajin membaca dan merenungi isi Al-Qur’an, kita akan tahu apa yang diinginkan Allah. Kita akan melihat bahwa ayat-ayat Al-Qur’an memiliki presisi yang sangat akurat dengan realitas kehidupan dan keteraturan bumi. Tidak ada satu pun yang bertentangan dengan kebenaran sejati.

Keempat, istiqamah memegang prinsip agama. Semakin kuat kita memegang nilai-nilai agama, semakin peka batin kita merasakan ketenangan jiwa. Allah tidak pernah tidur; Dia senantiasa menilai, mencatat, dan akan memberikan balasan yang sempurna di akhirat kelak. Setiap amal sekecil apa pun tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah.

Jamaah Jumat Yang Berbahagia,

Mari kita jadikan hidup ini sebagai sarana untuk meraih rida-Nya. Sadarilah bahwa Dia senantiasa bersama kita:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.” (QS. Al-Hadid: 4)

Semoga dengan kesadaran ini, kita menjadi hamba yang lebih jujur, lebih tulus, dan lebih berhati-hati dalam melangkah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan merahmati setiap detik kehidupan kita.

Oleh karena waktu yang terbatas, inilah uraian khutbah Jumat singkat yang dapat khatib sampaikan. Semoga besar arti dan manfaatnya bagi kita semuanya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْر الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

Jakarta, 6 April 1447 H/23 April 2026 M

Penulis : Marolah Abu Akrom Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA