Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un: Kabar Duka dari Dunia Islam, Ulama Kharismatik Prof. KH. Syukron Ma’mun Wafat

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un: Kabar Duka dari Dunia Islam, Ulama Kharismatik Prof. KH. Syukron Ma’mun Wafat

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un: Kabar Duka dari Dunia Islam, Ulama Kharismatik Prof. KH. Syukron Ma’mun Wafat

JAKARTA, SinarLIMA — Kabar duka mendalam menyelimuti umat Islam di tanah air. Ulama kharismatik yang dikenal luas keilmuannya dan dijuluki “Singa Podium”, Prof. KH. Syukron Ma’mun, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB dalam usia 84 tahun.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta tersebut wafat dalam perjalanan dari kediamannya menuju Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan akibat gangguan jantung sejak pekan lalu.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap Keluarga Besar Pondok Pesantren Daarul Rahman turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita tercinta, Prof. KH. Syukron Ma’mun bin KH. Ma’mun Nawawi,” tulis keterangan resmi unggahan akun Instagram @daarulrahman_official.

Jenazah almarhum disalatkan sesudah salat Zuhur dan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kepergian sosok kiai senior yang juga ayahanda dari Gus Faiz ini meninggalkan duka mendalam tak hanya bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, para santri, dan alumni, tetapi juga seluruh masyarakat serta umat Islam yang meneladani kiprah dakwah beliau.

Kepergian beliau menghentakkan sanubari segenap dewan pengasuh dan ribuan santri di Pondok Pesantren Daarul Rahman. Duka mendalam ini juga disampaikan oleh jajaran pimpinan Redaksi Media SinarLIMA. Direktur SinarLIMA, Dr. TGH. Muslihan Habib, MA, bersama Pimpinan Redaksi serta seluruh kru SinarLIMA menyampaikan belasungkawa dan rasa duka cita yang setinggi-tingginya.

“Seluruh keluarga besar SinarLIMA turut berbelasungkawa atas wafatnya almarhum Prof. KH. Syukron Ma’mun. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni segala dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, menjadikan kuburnya sebagai raudhah min riyadhil jannah (taman di antara taman-taman surga), dan kelak di akhirat menempatkan beliau di tempat yang paling mulia di Surga Firdaus bersama Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” ujar Dr. TGH. Muslihan Habib, MA.

Mengenang Jejak Sang “Singa Podium”

Lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941, Prof. KH. Syukron Ma’mun tumbuh dalam lingkungan keluarga santri yang kental dengan nilai-nilai keagamaan. Beliau menimba ilmu formal di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, hingga lulus pada tahun 1967.

Setelah hijrah ke Jakarta, beliau berguru kepada ulama-ulama besar Betawi, seperti Habib Ali bin Husein Bungur dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi. Berbekal kedalaman ilmu dan kelancaran retorika dakwahnya, beliau dijuluki sebagai “Singa Podium”.

Jangkauan syiar Islam beliau tidak hanya meliputi pelosok Nusantara—dari Madiun, Ponorogo, Sumatra, Kalimantan, hingga Maluku—tetapi juga meluas ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Salah satu legacy terbesar yang beliau tinggalkan adalah lahirnya ribuan alumni dan santri dari Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta yang kini tersebar dalam membina masyarakat di berbagai penjuru.

Selamat jalan, Sang Singa Podium. Ilmu, keteladanan, dan semangat dakwahmu akan senantiasa menyala di hati umat. (Red/Amr)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA