Mengenal Hakikat Ke-NW-an dan Pilar Keimanan (Bagian 1)
Oleh: Ust. Amrullah, S.Ag., M.M.
Kelas 7B SMP Nahdlatul Wathan Jakarta
Pelajaran Ke-NW-an (Ke-Nahdlatul Wathan-an) merupakan mata pelajaran keorganisasian dan keislaman yang bertujuan membentuk karakter para peserta didik agar memiliki pemahaman keagamaan yang kuat serta rasa cinta tanah air yang mendalam. Pada materi bagian pertama di kelas 7B SMP Nahdlatul Wathan Jakarta ini, pokok pembahasan difokuskan pada pengertian dasar Nahdlatul Wathan serta esensi Iman dan Taqwa.
1. Arti Secara Bahasa: Nahdlatu dan Al-Wathan
Secara etimologi (bahasa), nama Nahdlatul Wathan terdiri dari dua kata utama:
-
Nahdlatu (النهضة): Berarti Kebangkitan.
-
Al-Wathan (الوطن): Berarti Tanah Air.
Dengan demikian, Nahdlatul Wathan mengandung makna “Kebangkitan Tanah Air”. Konsep ini menanamkan semangat kepada setiap siswa untuk senantiasa bangkit membela, membangun, dan memajukan bangsa serta agamanya.
2. Integrasi Ajaran: Iman dan Taqwa
Dalam mengarungi kehidupan menuju cita-cita mulia, ajaran Ke-NW-an menekankan pentingnya Ketaqwaan yang dilandasi oleh Keimanan yang kokoh. Penulis menjelaskan perbedaan mendasar serta keterkaitan antara keduanya:
a. Iman (Sikap Hati)
Iman adalah keyakinan yang bersemayam di dalam hati (sikap hati). Yaitu beriman mendalam kepada:
-
Allah SWT
-
Malaikat-Malaikat-Nya
-
Kitab-Kitab-Nya
-
Rasul-Rasul-Nya
-
Hari Kiamat
-
Takdir/Ketetapan Allah (baik takdir baik maupun takdir buruk)
(Catatan: Orang yang mengingkari rukun iman ini dapat tergolong kafir atau murtad).
b. Taqwa (Sikap Badan)
Jika iman berpusat di dalam hati, maka Taqwa merupakan manifestasi nyata dalam bentuk perbuatan fisik atau sikap badan. Ketaqwaan tercermin dalam dua wujud utama:
-
Melaksanakan segala perintah Allah SWT.
-
Menjauhi segala larangan Allah SWT.
Kesimpulan Bagian 1
Pembelajaran Ke-NW-an bukan sekadar mengenali sejarah keorganisasian, melainkan penanaman fondasi tauhid dan akhlak. Dengan memahami arti kebangkitan tanah air serta menyelaraskan antara sikap hati (Iman) dan sikap badan (Taqwa), para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang bertakwa, berakhlak mulia, serta berkontribusi nyata bagi agama dan bangsa.
(Bersambung ke Bagian 2)




