Allah yang Menjadi “Musabbab”nya tapi juga Dia m’ciptakan”Asbabnya” Oleh Badri HS QH

Allah yang Menjadi “Musabbab”nya tapi juga Dia m’ciptakan”Asbabnya” Oleh Badri HS QH

KELOMPOK اهل السنة WAL JAMA’AH
Mrka selalu mjg kebersihan جسمنية
dan juga menjaga kebersihan باطنية.
Atau berfaham wasatiyah / tengah2

Klompok ini m’gikuti aturan medisx
Mmatuhi & tunduk pd aturan agama
dn di imbangi ilmu pengetahuannya Kseimbangan antara nalar imannya

ksetaraan antara hati dan logikanya
mghindari penyebab antiasipasinya
misalnya m’jauhi kerumunan massa
Tak lupa berlindung dri malapetaka

Kelompok ini berkeyakinan bahwa
Allah yang menjadi “Musabbab”nya
tapi juga Dia m’ciptakan”Asbabnya”
Dia mnurunkan bala wabah virusnya

namun Dia pula yang memberikan
cara menghindari dn penyembuhan
Kita bisa belajar dri sikap/ tindakan Bagindaرسول الله saw, Haburrahman

Khalifah عمر بن خطاب dn pasukannya
Mau masuki kota syam ia batalkanx
ktika itu terserang wabah menimpa
Walau Abu عبيدة الجرة mendebatnya

Akankah kita mghindar dri takdir الله
wahai امير المؤمنين ? Kilah Abu عبيدة
Lalu Umar bin Khattab m’jawabnya
نعم، نفر من قدر الله إلى قدر الله
Mghindari taqdir, kembali taqdir الله

Tak lama,datanglah sahabat lainnya Abdurrahman bin Auf myampaikanx
hadits Rasulullah prnh didengarnya
saat bersama رسول الله semasa hdpx

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا سمعتم به – أي الطاعون- بأرض الوباء فلا تقدموا عليه وإذا وقع وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه. [رواه البخاري]

Rasul berkata :”jika kalian mdengar
adanya satu wabah penyakit di satu
negeri, maka jglah kalian mmasukix
dan jika kalian berada di negeri itu
maka, jgn pula kalian mninggalkanx
karena mghindarinya”[HR. Bukhari]

soal tawakkal, kita bisa belajar pula
dari kisah seorg sahabat Nabi mulia
meninggalkan tali kekang untanya
terlepas begitu, tanpa diikatkannya

Lantas Rasulullah saw menegurnya,
“Kenapa tidak kau ikat untamu itu?
Di jawab aku srahkan untaku pd الله
Jika Allah mghendaki ia bersamaku

Tapi jikaالله m’ghendaki,hilang drku
Rasul tersenyum,caranya bkn bgitu
Nabi lantas mgajarkan utk berusaha
dg cara mmintanya m’gikat untanya

Skarang barulah engkau توكل على الله
dan serahkan semuanya pada Allah!
Begitulah ttg cara ajaran Rasulullah bertawakkal sesuai dgn sunnatullah

Jika pun semua ikhtiar & tawakkalx
sudah kita laksanakan sepenuhnya
Tapi hasilnya tak ssuai harapan kita
barulah kita srahkan pada yg kuasa
Jakarta, 27 Maret 2020p

 

 

Allah yang menjadi “Musabbab”nya
tapi juga Dia m’ciptakan”Asbabnya”
Oleh Badri HS QH
~~~~~~~~|||©|||~~~~~~~~
KELOMPOK اهل السنة WAL JAMA’AH
Mrka selalu mjg kebersihan جسمنية
dan juga menjaga kebersihan باطنية.
Atau berfaham wasatiyah / tengah2

Klompok ini m’gikuti aturan medisx
Mmatuhi & tunduk pd aturan agama
dn di imbangi ilmu pengetahuannya Kseimbangan antara nalar imannya

ksetaraan antara hati dan logikanya
mghindari penyebab antiasipasinya
misalnya m’jauhi kerumunan massa
Tak lupa berlindung dri malapetaka

Kelompok ini berkeyakinan bahwa
Allah yang menjadi “Musabbab”nya
tapi juga Dia m’ciptakan”Asbabnya”
Dia mnurunkan bala wabah virusnya

namun Dia pula yang memberikan
cara menghindari dn penyembuhan
Kita bisa belajar dri sikap/ tindakan Bagindaرسول الله saw, Haburrahman

Khalifah عمر بن خطاب dn pasukannya
Mau masuki kota syam ia batalkanx
ktika itu terserang wabah menimpa
Walau Abu عبيدة الجرة mendebatnya

Akankah kita mghindar dri takdir الله
wahai امير المؤمنين ? Kilah Abu عبيدة
Lalu Umar bin Khattab m’jawabnya
نعم، نفر من قدر الله إلى قدر الله
Mghindari taqdir, kembali taqdir الله

Tak lama,datanglah sahabat lainnya Abdurrahman bin Auf myampaikanx
hadits Rasulullah prnh didengarnya
saat bersama رسول الله semasa hdpx

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا سمعتم به – أي الطاعون- بأرض الوباء فلا تقدموا عليه وإذا وقع وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه. [رواه البخاري]

Rasul berkata :”jika kalian mdengar
adanya satu wabah penyakit di satu
negeri, maka jglah kalian mmasukix
dan jika kalian berada di negeri itu
maka, jgn pula kalian mninggalkanx
karena mghindarinya”[HR. Bukhari]

soal tawakkal, kita bisa belajar pula
dari kisah seorg sahabat Nabi mulia
meninggalkan tali kekang untanya
terlepas begitu, tanpa diikatkannya

Lantas Rasulullah saw menegurnya,
“Kenapa tidak kau ikat untamu itu?
Di jawab aku srahkan untaku pd الله
Jika Allah mghendaki ia bersamaku

Tapi jikaالله m’ghendaki,hilang drku
Rasul tersenyum,caranya bkn bgitu
Nabi lantas mgajarkan utk berusaha
dg cara mmintanya m’gikat untanya

Skarang barulah engkau توكل على الله
dan serahkan semuanya pada Allah!
Begitulah ttg cara ajaran Rasulullah bertawakkal sesuai dgn sunnatullah

Jika pun semua ikhtiar & tawakkalx
sudah kita laksanakan sepenuhnya
Tapi hasilnya tak ssuai harapan kita
barulah kita srahkan pada yg kuasa
Jakarta, 27 Maret 2020

 

 

 

 

 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA