Sinar5news.com – Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA dimanapun setiap menghadiri acara apapun selalu disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari para jamaah/hadirin dan para tamu undangan. Tak ketinggalan juga malam ini (19/1/2020) kehadirin TGB benar-benar disambut ribuan jamaah pada acara haul 1 almagfurlah KH. Muhammad Anwar.

Acara diawali dengan pembacaan surat Yasin, tahlil dan kisah maulid Nabi Muhammad SAW kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh shahibul haul Ust. H.Noersaid Anwar, S.Ag putra dari almarhum almagfurlah KH. Muhammad Anwar.

Dalam sambutannya Ust. H. Noersaid Anwar menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih atas kehadiran guru-guru mulia terutama kepada TGB Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA yang jauh-jauh datang dari Lombok. Juga ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan jamaah yang telah sudi menghadiri haul 1 wafatnya ayahanda almagfurlah KH. Muhammad Anwar.
Selanjutnya taushiyah pertama disampaikan oleh Ust. Nur Fadilah (Ust. Tile). Dalam taushiyahnya disampaikan dengan singkat beberapa sifat terpuji dari almagfurlah KH. Muhammad Anwar diantaranya sifat tegas, taat dan istiqamah dalam berjuang menegakkan ajaran Islam.
Taushiyah kedua di sampaikan oleh TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA. Diantara point-point penting yang disampaikan adalah :
Pertama, anak muda sebagai harapan.
Pada acara haul ini banyak sekali para pemuda yang hadir, maka beliau berpesan tidak hanya mengambil tabarrukan dari acara haul seperti ini, tapi belajarlah sungguh-sungguh dari para alim ulama agar berislam sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia. Seperti yang dipesankan oleh kakek TGB, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Bahwa Nahdlatul Wathan artinya kebangkitan tanah air. Membangkitan segala potensi untuk kepentingan bangsa sama artinya menjaga eksistensi beragama, karena agama dengan negara bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisah.
Kedua, mengamalkan surat At Taubah ayat 128
Sebagaimana yang sering dibaca mengawali kisah maulid Nabi surat At Taubah ayat 128 :
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Artinya : “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”
Orang yang istiqamah mengamalkan ayat ini pada akhir hayatnya terutama setelah shalat fardhu, akan diberikan keteguhan hati untuk dapat membaca kalimat tauhid, “Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasulullah”. Karena ayat ini menjelaskan tentang sifat Rasulullah yang yang sangat peduli dan cinta kepada orang-orang beriman.
Dalam ayat tersebut yang sangat berkesan adalah kata min anfusikum (dari dirimu). Rasulullah SAW dengan sifat kemanusiaannya benar-benar mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk kemaslahatan umat. Beliau senantiasa membina, mengajar dan mengarahkan umat agar selamat dari segala perilaku yang menyimpang dari aturan syariat Islam.
Ketiga, KH. Muhammad Anwar sosok ulama yang shalih dan tegas
Almugfurlah KH. Muhammad Anwar adalah sosok ulama yang salih dan tegas. Kesolehannya ditunjukkan dengan rasa mahabbah yang luar biasa kepada Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zaunuddin Abdul Nadjid walaupun jaraknya jauh. Sedang ketegasannya itu ditunjukkan pada hal-hal yang prinsip yang mengandung nilai-nilai kebenaran yang mesti ditegakkan di muka bumi. Tapi ketahuilah ketegasannya itu tidak dilakukan dengan cara kasar, menghina, mengumpat dan merendahkan orang lain.
Kita doakan semoga almagfurlah KH. Muhammad Anwar diampuni semua dosanya, diterima amal ibadahnya dan kelak di akhirat Allah masukkan kedalam surga Firdaus. Aamiin (Amr)
Jakarta, 24 Jumadil Awwal 1441 H/20 Januari 2020 M




