Sinar5news – Abses merupakan penumpukan nanah yang dapat terbentuk di bagian tubuh mana saja. Ada banyak jenis abses, mereka bisa terbentuk di kulit, mulut, atau di sekitar organ.
Ketika tubuh terkena infeksi, sistem kekebalan tubuh bekerja untuk melawannya. Sel darah putih berjalan ke area yang terinfeksi dan menumpuk di dalam jaringan yang rusak.
Penumpukan itulah yang menyebabkan peradangan sehingga menyebabkan terbentuknya kantong berisi nanah yang dinamakan abses. Nanah tersebut terdiri sel darah putih hidup dan mati, kuman, cairan dan jaringan mati.
Penyebab Abses
Ketika penghalang kulit normal rusak, (bahkan dari trauma kecil, robekan kecil, atau peradangan) bakteri dapat masuk ke kulit. Abses dapat terbentuk karena pertahanan tubuh mencoba membunuh kuman ini dengan respons peradangan (sel darah putih nanah). Obstruksi pada kelenjar keringat atau minyak (sebaceous), atau folikel rambut atau kista yang sudah ada sebelumnya juga dapat memicu abses.
Bagian tengah abses mencair dan mengandung sel-sel mati, bakteri, dan partikel lainnya. Area ini mulai tumbuh, menciptakan ketegangan di bawah kulit dan peradangan lebih lanjut pada jaringan di sekitarnya. Tekanan dan peradangan menyebabkan rasa sakit.
Jenis-Jenis Abses dan Penyebabnya
Ada beberapa jenis abses. Kondisi ini dapat berkembang di kulit, mulut atau di sekitar orang dalam. Jenis-jenis abses yang paling umum, yaitu:
1. Abses kulit
Abses kulit terbentuk di bawah kulit. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya mudah diobati. Abses kulit pun dibedakan dalam beberapa jenis, meliputi:
- Abses ketiak. Terjadi ketika nanah terkumpul di ketiak. Salah satu penyebabnya adalah kondisi yang disebut hidradenitis suppurativa. Hidradenitis suppurativa menyebabkan benjolan merah dan lembut di kulit ketiak, yang dapat berubah menjadi abses seiring berjalan waktu.
- Abses payudara. Kondisi ini terjadi ketika ada kantung nanah di payudara. Penyebabnya sering kali karena infeksi payudara yang tidak diobati segera. Abses payudara umum dialami oleh ibu yang sedang menyusui.
- Abses anorektal. Kondisi ini terlihat di bawah kulit di sekitar anus atau rektum. Abses perianal merupakan jenis abses anorektal yang memengaruhi kulit di sekitar anus. Sementara itu, abses pilonidal adalah abses di kulit lipatan bokong.
2. Abses mulut
Abses mulut dapat terbentuk di gigi, gusi, dan tenggorokan. Ada beberapa jenis abses gigi, di antaranya:
- Abses gingiva atau abses gusi. Abses ini berkembang di gusi tapi tidak memengaruhi gigi.
- Penyakit abses periapikal. Merupakan infeksi yang terbentuk di ujung akar gigi. Abses periapikal dapat terjadi akibat cedera gigi atau gigi berlubang.
- Abses periodontal. Kondisi yang memengaruhi tulang dan jaringan yang menopang gigi. Biasanya terjadi karena adanya periodontitis atau penyakit gusi.
- Abses amandel. Merupakan pembentukan kantong nanah di belakang salah satu amandel. Abses tonsil merupakan jenis dari abses amandel, yang paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda.
- Abses peritonsil. Merupakan penumpukan nanah di sekitar amandel dan dinding tenggorokan.
- Abses retropharyngeal. Abses terbentuk di bagian belakang tenggorokan. Jenis abses ini terbentuk ketika kelenjar getah bening di belakang tenggorokan terinfeksi.
3. Abses Internal
Abses internal merupakan kondisi yang jarang terjadi. Kondisi ini dapat berkembang di sumsum tulang belakang, otak, dan orang lainnya. Abses internal biasanya sulit didiagnosis dan diobati. Beberapa jenis abses internal, yaitu:
- Abses perut. Merupakan penumpukan nanah di dalam perut. Abses perut dapat berkembang di dalam atau di dekat hati, ginjal, pankreas, atau organ lainnya.
- Abses sumsum tulang belakang. Merupakan penumpukan nanah di dalam dan di sekitar sumsum tulang belakang. Penyebabnya adalah adanya infeksi pada tulang belakang.
- Abses otak. Penumpukan nanah di otak merupakan kondisi yang jarang terjadi. Abses otak dapat terbentuk ketika bakteri dari infeksi di area kepala lain atau aliran darah atau dari luka masuk ke otak.
Faktor Risiko Abses
Abses dapat muncul pada area tubuh manapun. Tempat paling umum munculnya abses adalah pada ketiak (aksila), daerah sekitar anus dan vagina (abses kelenjar bartholin), dasar tulang belakang (abses pilonidal), sekitar gigi (abses gigi), dan selangkangan. Peradangan di sekitar folikel rambut juga dapat menyebabkan pembentukan abses, yang disebut bisul (furunkel).
Beberapa faktor risiko terjadinya abses, yaitu:
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Paparan lingkungan yang kotor.
- Paparan orang dengan jenis infeksi kulit tertentu.
- Kebersihan yang buruk.
- Metabolisme yang buruk.
Gejala Abses
Gejala abses tergantung pada area mana ia berkembang di tubuh. Tanda-tanda abses kulit dapat meliputi:
- Pembengkakan halus di bawah kulit.
- Rasa sakit dan nyeri di daerah yang terkena.
- Kehangatan dan kemerahan di daerah yang terkena.
- Penumpukan nanah putih atau kuning yang terlihat di bawah kulit di daerah yang terkena.
- Demam.
- Badan panas dingin.
Abses yang berkembang di dalam organ atau di ruang antar organ bisa lebih sulit diidentifikasi daripada abses kulit. Gejalanya bisa tidak jelas dan mungkin tidak ada tanda-tanda eksternal yang jelas.
Gejala abses internal juga dapat bervariasi tergantung lokasi tepatnya di dalam tubuh abses berkembang. Misalnya, abses hati dapat menyebabkan penyakit kuning (kulit dan mata menguning), sedangkan abses di atau dekat paru-paru dapat menyebabkan batuk atau sesak napas.
Gejala umum abses internal dapat meliputi:
- Ketidaknyamanan di daerah abses.
- Suhu badan tinggi.
- Peningkatan keringat.
- Merasa sakit.
- Badan panas dingin.
- Rasa sakit atau bengkak di perut.
- Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.
Jangan biarkan kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat. Segera diskusikan gejala yang kamu alami dengan dokter ahli tepercaya, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan perawatan yang dibutuhkan.




