APAKAH JODOH DITANGAN ALLAH?

APAKAH JODOH DITANGAN ALLAH?

Berbicara mengenai jodoh memang sudah menjadi ketentuan Allah. Siapapun tidak ada yang tahu siapa jodoh yang akan menjadi suami atau istrinya. Walaupun jodoh itu sudah ditentukan, manusia tetap wajib berusaha untuk mendapatkannya.

Semestinya semua manusia dewasa mendapatkan jodoh sesuai pilihannya. Lalu mengapa ada istilah bujang lapuk? Walaupun sebenarnya jodoh memang ditangan Allah, itu terserah kita, mau cepat atau lambat atau tidak mendapatkannya sama sekali. Tentu ini terkait sampai sejauh mana ikhtiar manusia.

Ingatlah bahwa menikah itu sunnah Rasul, kalau memang sudah waktunya jangan ditunda-tunda apalagi dipersulit dan jangan terlalu banyak berpikir. Dalam hal ini yang kita dahulukan ketundukan kita kepada sunnah Rasul, bukan kepada akal pikiran kita. Betapa banyak orang mestinya sudah saatnya menikah, tapi ditunda dengan pertimbangan macam-macam. Diantara pertimbangannya belum punya rumah, belum punya kendaraan, belum ada uang, belum ada jodoh, belum siap, belum mantap dan lain-lain. Sehingga ada yang menikah di usia empat puluh tahun, lima puluh tahun. Bahkan ada yang tidak sempat menikah demi mengejar karir yang tinggi. Padahal rata-rata orang yang sudah menikah setelah tahu betapa nikmatnya biasanya mereka bercerita kepada teman-temannya, “Nyesal saya, kalau tahu nikah itu betapa nikmatnya, mengapa nggak dari dulu”. Itulah kalimat yang biasa kita dengar dari pasangan penganten baru yang sedang berbulan madu, subhanallah.

Ternyata menikah ini ajaib. Orang yang benar-benar niat menikah semata-mata mengikuti sunnah Rasul, ternyata indah dan dipermudah. Betapa banyak orang bergembira dan mendoakan pernikahan kita. Ketika mereka datang menghadiri resepsi pernikahan kita, mereka mengucapkan, “Selamat ya, semoga keluarganya menjadi sakinah (tenang, rukun dan damai), mawaddah (cinta mendalam abadi sepanjang masa), warahmah (sayang yang tulus hingga ke surga)”. Subhanallah indah sekali doa itu.

Coba lihat orang yang sudah menikah hidupnya penuh berkah. Rata-rata orang selesai kuliah S2, S3 dan menjadi guru besar setelah menikah. Punya rumah, kendaraan, bisa pergi haji dan umrah dan sukses besar setelah menikah. Ini fakta dan nyata, Allah sendiri dalam Al Quran memerintahakan hamba-Nya untuk segera menikah, jangan ragu, jika kita faqir (tidak punya apa-apa), Allah akan mencukupi kebutuhan kita dengan karunia-Nya yang luas. (An Nur 24:32).

Semoga dengan uraian hikmah hari ini memotivasi kaula muda yang belum menikah untuk segera menikah bila sudah waktunya demi terpelihara diri dari makshiat. Aamiin.

Jakarta, 14 Rabiul Awwal 1441 H/12 Novmber 2019 M

Penulis : Marolah Abu Akrom

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA