Saat masih bujangan, Ari mengatakan hatinya mulai terketuk untuk berbagi terhadap sesama.
Berawal dari teman ngumpul bareng atau satu tongkrongan, kemudian dirinya menggagas untuk saling perduli satu sama lain.
“Karena dari dulu cita-citanya begitu, akhirnya saya sama temana main itu memutuskan untuk saling berbagi. Waktu itu sekitar 15 orang setuju
untuk berbagi dengan anak yatim dan diketuai oleh Aab Bin Hamid,” sambungnya.
Layaknya usaha, saat perintisan awal donasi untuk anak yatim dan dhuafa tentunya mengalami banyak kendala.
Beberapa kendala biasanya terjadi saat mencari donatur.
“Namanya baru, kita masih cari dana dari teman ke teman. Akhirnya tiap kali memberikan donasi itu baru bisa ke 10 sampai 15 anak yatim dan dhuafa aja,” ungkapnya.




