Artikel Ilmiah Penggunaan metode pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar di kelas VI SDI Nahdlatul Wathan Jakarta timur.

Artikel Ilmiah Penggunaan metode pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar di kelas VI SDI Nahdlatul Wathan Jakarta timur.

Oleh : Jihan Antapani.

Mahasiswa PGMI Semester VI, Al Aqidah Jakarta

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar sosiologi siswa di kelas VI SDI NW Jaktim 2019/2020. Cara yang digunakan adalah melalaui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achiefment Division (STAD). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa siswa di kelas VI SDI NW Jaktim 2019/2020 yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini dilaksanakan ke dalam dua siklus tindakan. Pengumpulan data dilakukan pada saat pembelajaran sosiologi berlangsung. Motivasi belajar diukur dengan lembar observasi motivasi yang memuat indikator-indikator tingkat motivasi belajar siswa, yang kemudian dihitung ke dalam bentuk prosentase capaian motivasi siswa di setiap siklusdi ukur denga lembar obervasi motivasi belajar siswa yang memuat indicator.

Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Student Teams-Achiefment Division (STAD), Motivasi Belajar, Prestasi Belajar.

I. Pendahuluan

Pendidikan merupakan aspek yang penting dalam menentukan harkat martabat serta masa depan suatu bangsa. Melalui pendidikan akan dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang kelak akan meneruskan pembangunan bangsa, untuk mencapai kesejahteraan bersama masyarakat suatu Negara. untuk mencapai cita-cita tersebut pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan tiga jalur pendidikan guna mencakup seluruh masyarakat yang memiliki dinamika dan kebudayaan masing-masing. Yaitu jalur formal, nonformal dan informal. Pendidikan formal sendiri adalah pendidikan yang terstruktur dan berjenjang mulai dari pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal dapat ditempuh di lembaga-lembaga penyelenggara pandidikan yang berbentuk sekolah, baik milik negara maupun swasta, dengan kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional.

II. Review

Literatur Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian tindakan kelas (PTK), yang bertujuan unutk memperbaiki sebuah proses pembelajaran dengan terlebih dahulu mengidentifikasi kekurangan sebuah kegiatan belajar. Dari identifikasi tersebut akan ditentukan cara apa yang dirasa paling tepat unutk memperbaiki kekurangan yang ada. Seperti yang dikemukakan oleh Kasbolah (2001 : 9) yang menyatakan Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan yang tidak/kurang. Kendala yang ditemui dapat berasal dari siswa, kondisi lingkungan belajar, sarana dan prasarana atau mungkin dapat berasal dari guru sendiri.

III. Metodologi penelitian

Penleitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDI Nahdlatul Wathna Jakarta timur. Untuk waktu pelaksanaannya dilangsungkan pada bulan januari 2020 sampai bulan febuari 2020 sebelum pandemic. Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas siswa di kelas VI SDI NW Jaktim 2019/2020 yang berjumlahkan 26 anak, 16 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Data penelitian yang diambil dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden atau obyek yang diteliti atau yang ada hubungannya dengan apa yang diteliti. Misalnya hasil pengamatan observasi atau hasil wawancara, sedangkan data sekunder adalah data yang telah terlebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar dari peneliti sendiri. Untuk teknik pengumpulan data, penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data antara lain adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan.

IV. Hasil dan Pembahasan

Dalam kegiatan ini peneliti menitik beratkan pada penerapan metode tertentu apakah dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa. Sementara penelitian tindakan kelas dilakukan dengan 4 tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Di dalam kegiatan perencanaan peneliti melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan guru mata pelajaran kemudian meminta ijin dengan pihak sekolah serta guru apakah diperbolehkan untuk melakukan penelitian di lokasi tersebut, setelah mendapaikan ijin dari pihak sekolah kemudian peneliti melakukan kegiatan pra penelitian yang berisi observasi kondisi belajar mengajar yang dilakukan guru sehari-harinya, kemudian peneliti melakukan identifikasi apakah ditemui kendala-kendala belajar di dalam kelas, kendala belajar bisa berasal dari guru, sarana dan prasarana atau dari dalam diri siswa.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA