Atsarwati,M.Pd: Tidak Ada Artinya Siswa Pintar Kalau Tidak Berakhlaq Baik.

Atsarwati,M.Pd: Tidak Ada Artinya Siswa Pintar Kalau Tidak Berakhlaq Baik.

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Kepala Sekolah SDN 1 Sukamulia Atsarwati M.Pd menyampaikan komitmenya untuk menjadikan siswa-siswinya yang berahlaq mulia dan berprestasi, hal tersebut didorong karena melihat jumlah peserta didik yang sangat banyak yakni 316 siswa dengan latar-belakang dan karakteristik yang berdeda-beda.

Sehingga dirinya secara pribadi ingin meningkatkan ibadah Iman dan taqwa (Imtaq) siswa, melalui pendidikan moral dan pendidikan ahlaq, siswa yang memiliki ahlaq yang baik akan mampu memberikan out put untuk mengharumkan nama baik sekolah tersebut nantinya.

“Tidak ada artinya siswa berprestasi tanpa memiliki ahlaq yang baik, jadi kami selaraskan antara ahlaq dengan prestasi itu” katanya kepada awak media diruang kerjanya. Sabtu (10/09/2022)

Dikatkannya sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah salah satu target besar mencuat keinginan untuk memiliki sarana ibadah seperti Musholla sebagai sarana berimtaq, tempat mencetak Siswa-siswi sebagai generasi Islam yang berahlaq mulia dan menjadi murid yang beriman dan bertaqwa.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut tidak serta-merta berjalan dengan baik butuh perjuangan, dengan cara menjalin kerjasama dengan berbagai instansi terkait, termasuk wali murid, masyrkaat pemerintah desa, UPT Kecamatan, kelompok kerja kepala sekolah dan lain sebagainya.

“Alhmdulillah wali murid dan masyarakat pemeritnah desa resfek sekli mendukung pembangunan Musholla kami” ucapnya bersyukur.

Dijelaskannya jumlah peserta didik sebanyak 316 siswa, rombel 12, guru kelas 12 orang, guru mata pelajran 6 orang, bersama-sama komitmen untuk mendidik moral dan ahlaq siswa-siswi.

“Salah satu contoh yang dilakukan peserta didik terhadap guru, begitu murid tiba di sekolah, siswa harus mngucapkan salam kepada gurunya dan kepada temannya ketika di sekolah,”ujarnya.

Begitu juga disaat mereka pulang sekolah dan menemui orang tuanya di rumah, siswa harus mengucapkan salam, dan di dalam kelas pun diwajibkan mengucapkan salam. Ketika hal tersebut sudah menjadi karakter maka akan menjadi kebiasaanya.

“Ahlaq yang baik tentu akan melahirkan prestasi yang baik pula” ujarnya memberikan nasehat.

Menurutnya Ibadah imtaq dilakukan tiga kali dalam seminggu yakni hari hari Rabu, Jum’at dan Sabtu, berimtaq membaca Surah Yasin dan membaca ayat-ayat pendek, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Asma’ul Husna dan berjamaah Shalat Dhuha.

Sementara hari Senin dan Kamis olahrga senam, karena menjaga kesehatan itu perlu supaya siswa sehat jasmaninya dalam menimba ilmu, setiap kelas sudah dipasangkan audio mengaji untuk diperdengarkan lantunan ayat suci untuk mengawali atau mengganti jam pelajaran.

“Selain mengaji menjaga kesehatan itu perlu supaya mereka sehat dalam menimba ilmu” imbuhnya.

Sambung dia, kembali diperdengarkan disela-sela pergantian jam pelajaran, siswa juga selalu di-didik mengaji melafadzkan Ayat Suci Al Qur’an disetiap kelas pada Jam 7:15 sampai 7:30 Wita supaya memperoleh keberkahan ilmu yang diajarkan oleh Bapak dan Ibu guru. Setiap seminggu sekali, para guru memberi tausiyah kepada siswa, itu dilakukan setelah siswa mendapatkan jadwal tausiyah secara bergiliran.

“Alhamdulillah murid kami yang tamat dari sekolah ini 100 persen bisa membaca Al Qur’an” ungkapnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur Izzudin yang dihubungi melalui telepon selularnya menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan tempat ibadah seperti Musholla sebagai tempat beribadah menuju dunia akhirat itu sangat bagus sekali, Ia meminta pihak sekolah untuk terus meningkatkan hubungan baik dengan tokoh masyarakat, wali murid dan sekitarnya.

“Silakan saja kalau ada programnya bersurat ke kami bersurat ke Pemda, apalagi Musholla itu-kan akses menuju dunia akhirat, kami fasilitasi” tegas Izzudi.(red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA