Sinar5news.Com – Lombok Timur – Yayasan Pondok Pesantren Tahpidzul Qur’an “Al Baqiatussholihat “ Nahdlatul Wathan (NW) atau yang lebih dikenal dengan nama YPTQ Al BANAWA, Sikur, Kecamatan Sikur,Kabupaten Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB), menjadi salah satu Ponpes yang tergolong cukup maju, karena semenjak didirikan tahun 2005, Ponpes Al Banawa sudah mampu mendirikan lembaga Pendidikan dari tingkat TK,SDI,MTs dan SMK dengan jumlah santri hamper mencapai 800 orang santri.

Pimpinan Yayasan Al Banawa Sikur TGH.Ustadz Husnan,QH,SS,M.Pd kepada Sinar5news.Com mengisahkan riwayat berdirinya Ponpes Al Banawa yang penuh tantangan dan cobaan, namun Menurut Ustadz Husnan semua tantangan awal itu dapat dilaluinya karena prinsip dasar yang ia pegang adalah bangun Madrasyah atau Yayasan semata-mata untuk meneruskan perjuangan Guru Besar kita Maulanasyaikh TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Majid.
“Saya berkeyakinan tatkala kita berbuat baik,membangun Madrasyah dengan niat untuk meneruskan perjuangan Maulanasyaikh pasti ada jalan keluarnya, kita akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Karena ini saya rasakan dan saya buktikan sendiri. Saya membangun Madarasyah ini dari nol dan Alhamdulillah berkat kekeramatan dari Guru kita, Tahaddus Bin Nikmah kami bisa membangun Madrasyah berlantai tiga dengan niat untuk Maulanasyaikh,” Tutur Ustadz Muda yang menurut cerita teman-temannya, dulu menjadi murid yang cukup dekat dengan Al Magfurullah Maulanasyaikh.

Memang tidak banyak Madrasyah NW yang dibangun oleh perorangan, dan sebagian besar Madrasyah dibangun oleh Jamaah secara bersama-sama,karena memang hajatan pembangunan Madrasyah adalah sebagai tempat jamaah berinvestasi untuk akhirat kelak. Tetapi untuk Ponpes Al Banawa memang dibangun oleh Ustadz Husnan dengan kemampuan yang dia miliki.
Dalam membangun Madrasyah konsep yang digunakan oleh Ustadz Husnan adalah Konsep yang sering disampaikan oleh Tuan Guru Bajang(TGB) Dr.TGH.Muhammad Zainul Majdi,M.A dimana dalam berbuat kebaikan jangan pernah kalah dengan keburukan.
“TGB kan sering berpesan kepada kita semua, dalam berbuat kebaikan jangan pernah ragu atau khawatir dengan keadaan, jalan aja terus untuk berbuat kebaikan seperti membangun Madrasyah,InsyaAllah kita akan diberi kemudahan oleh Allah SWT. Yang menjadi penyakit dikita-kita ini kan penyakit ragu dan was-was, akhirnya kita tidak jadi membangun dan karena ragu akhirnya bangunan tidak akan jadi,” tuturnya.
Dengan bermodalkan niat membangun untuk melanjutkan perjuangan Maulanasyaikh dan mempdomani apa yang sering disarankan oleh TGB, Ustadz Husnan tidak henti-hentinya membangun. Dan saat ini dia sedang membangun local baru dan asrama santri dilingkungan Yayasan Al Banawa.
“Alhamdulillah dan mohon do’a kita semua, sekarang kami lagi membangun tambahan local kelas baru dan Asrama untuk santri. Baik untuk Asrama Santri Banin dan Banat (Laki dan Perempuan-red). Dan 200 orang santri yang mondok disini kita juga menanggung makan minumnya secara gratis,” katanya.
Pada akhir keterangannya Ustadz Husnan mengajak semua Abituren atau Alumni NW dimana saja berada agar dalam setiap membangun Madrasyah hendaknya yang menjdi niat utama adalah Membangun Madrasyah untuk Maulanasyaikh atau untuk meneruskan perjuangan Guru Besar Kit Almagfurullah Maulanasyaikh TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Majid.
“InsyaAllah kalau niat kita ikhlas membangun Madrasyah dan dihajatkan untuk meneruskan perjuangan Maulanasyaikh untuk mngembangkan NW. Menurut apa yang saya alami dan saya rasakan sendiri, InsyaAllah diberikan kemudahan dan ada saja jalan keluarnya. Buktinya sekarang kami juga dapat membesankan lahan disamping Madrasyah ini untuk pengembangan Yayasan ini juga,” Pungkasnya. (Bul)



