BUKAN AKU YANG HEBAT TETAPI DO’A IBUKU By. Diana || Kader PC IP NWDI Sambelia

BUKAN AKU YANG HEBAT TETAPI DO’A IBUKU By. Diana || Kader PC IP NWDI Sambelia

BUKAN AKU YANG HEBAT
TETAPI DO’A IBUKU
By. Diana || Kader PC IP NWDI Sambelia

Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah mempertemukan ayah dan ibuku sehingga lahirlah aku, kakakku dan adikku. Kami dibesarkan hingga selesai menamatkan bangku sekolah dengan penuh cinta dan kasih sayang. Walaupun udah besar dan berkeluarga tetap kita masih merepotkan ibu. Hampir seluruh hidup ini Ternyata tak luput dari peran seorang ibu. Pantas saja kalau Allah mewajibkan manusia untuk memuliakan ibu. Pepatah klasik menyatakan “ kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan.” Yang dimana kasih sayang dan cintanya seorang ibu tak ada putusnya, ibarat jalan yang tiada ujungnya.

Sementara perhatian anak degan ibunya berbanding terbalik. Perhatiannya tidak ada yang mampu menandingi, apalagi posesifnya luar biasa. setiap waktu, dan setiap malam ibu selalu mendo’akan kita tiada henti untuk kebaikan anak-anaknya. Begitu tulus dan mulianya seorang ibu sehingga bumi pun dinisbatkan sebagai “Mother earth”
Sedikit bercerita tentang kehidupanku waktu dulu. Ketika menginjak remaja tidak seperti anak pada umumnya yang diberikan kebebasan untuk bergaul, main sana sini, pulang jam segini, tidak.. Ruang saya untuk bergerak itu bisa dikatakan measly. Saya dulu anak rumahan sampai sekarang, tapi bedanya dulu sama sekarang itu adalah ruang gerak saya lumayan bebas namun masih dalam pengawasan orang tua. Bebas dalam artian ikut organisasi, diskusi, jalan-jalan dan berkegiatan. Walaupun pada malam hari atau berkegiatan sampai menginap namun atas izin orang tua. Itupun sebelum diberikan izin ngomel dulu sambil memberikan nasihat buanyaak.

Alhamdulillah berkat do’a dan nasihat ibu saya bisa menjadi seperti sekarang. Bisa melanjutkan sekolah, bertemu dengan temen-temen yang baik, lingkungan yang baik, bertemu dengan guru-guru yang luar biasa alimnya, dan alhamdulillahnya lagi saya sangat bangga menjadi santri dari satu-satunya pahlawan indonesia dari lombok nusa tenggara barat sekaligus ulama’ yang seluruh dunia mengagumi keilmuan beliau (TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID). Ibu I do miss you all the time. Mungkin untuk mengatakannya secara langsung aku butuh mental yang kuat. Jujur saja untuk mengatakan hal-hal seperti ini itu aku masih malu. Aku hanya bisa terus mendo’akanmu semoga selalu sehat wal afiat selalu dalam lindungan Allah SWT sampai aku mampu membuatmu bahagia tersenyum dan selalu bangga denganku.
Thank you for everyting.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA