Iman itu dapat diumpamakan dengan air laut yang sesekali pasang dan sesekali surut. Adapun penyebab utama pasang naik dan pasang surut air laut adalah gaya tarik (gravitasi) bulan dan matahari terhadap bumi. Demikian juga halnya dengan iman, sesekali dia naik dan sesekali dia turun.
Tatkala iman naik, maka dibutuhkan sebuah upaya untuk mempertahankannya. Dan saat dia menurun, perlu diupayakan sebuah ikhtiar amal supaya mengalami peningkatan.
Naik dan turunnya iman merupakan sebuah keniscayaan bagi orang yang beriman. Naik dan turun merupakan salah satu ciri dari iman manusia. Disinilah letaknya dibutuhkan berbagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan iman.
Iman yang baik adalah iman yang terus mendapatkan suntikan dari pemiliknya dengan terus berupaya melakukan amal shaleh. Untuk mendorong seseorang beramal shaleh, perlu mengadakan muhasabah diri, mengkaji berbagai kelemahan yang dimiliki. Misalnya saja muhasabah dengan membandingkan bagaimana cara salafus shalihin dalam meningkatkan kwalitas iman mereka, bandingkan dengan apa yang telah kita lakukan selama ini, apakah telah mendekati, memadai, atau sangat jauh dari amal yang mereka lakukan dalam hal menyuburkan iman.
Amal salafus shalihin dalam masalah agama, baik itu dari kalangan sahabat, tabiin ataupun tabiuttabiin memiliki kwalitas tinggi dan sudah sangat diakui. Perhatian besar mereka dalam masalah agama dapat kita lihat dari sejarah hidup dan tulisan – tulisan mereka yang begitu rapih, sangat teliti dan sangat hati – hati dalam masalah agama. Selengkapnya dapat silahkan baca disini 👇
BULETIN JUM’AT HAMZANWADI EDISI 135
Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHAID





