Pujian adalah sesuatu yang secara alami disukai oleh manusia. Ia sering kali menjadi tanda penghargaan atas kebaikan yang muncul dari seseorang, baik dari segi ilmu, akhlak, fisik, maupun amalan ibadahnya.
Pujian dapat menjadi motivasi untuk terus berbuat baik, tetapi di baliknya tersimpan ujian yang tidak boleh diabaikan. Jika tidak disikapi dengan bijak, pujian dapat menumbuhkan perasaan ujub—yaitu rasa bangga yang berlebihan atas kelebihan yang dimiliki—yang pada akhirnya dapat menghapus pahala amal kebaikan.
Di bulan Ramadan, ketika umat Islam berusaha membersihkan hati dan meningkatkan ibadah, pujian bisa menjadi godaan yang menggerus keikhlasan. Seseorang yang banyak dipuji karena amal ibadahnya, seperti rajin shalat malam, banyak membaca Al-Qur’an, atau gemar bersedekah, harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam perasaan bangga diri.
Ujub adalah penyakit hati yang berbahaya, karena bisa membuat seseorang merasa bahwa amal ibadahnya adalah hasil usahanya semata, tanpa menyadari bahwa semua itu adalah karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selengkapnya baca disini 👇
Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 230

Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHAIDI


