Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 228 || 7 Ramadhan 1446 H

Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 228 || 7 Ramadhan 1446 H

Puasa adalah ibadah yang mengharuskan seseorang menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam kondisi ini, mulut cenderung terasa kering karena tidak adanya asupan makanan dan minuman sepanjang hari. Hal ini sering kali membuat seseorang lebih sering berludah untuk mengurangi rasa tidak nyaman di mulut. Namun, muncul pertanyaan: apakah sering berludah saat puasa itu wajar, atau justru mengurangi kualitas ibadah?

Secara alami, berludah saat berpuasa adalah hal yang wajar. Ketika seseorang tidak makan dan minum sepanjang hari, produksi air liur bisa berkurang, sehingga mulut terasa lebih kering dan kadang-kadang menimbulkan aroma yang kurang sedap. Inilah yang mendorong sebagian orang untuk lebih sering berludah agar merasa lebih nyaman.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kebiasaan ini agar tetap sesuai dengan adab dan tidak mengurangi nilai ibadah puasa.

1. Tidak Berlebihan dan Tidak Mencari Pujian

Berludah karena mulut kering adalah hal yang lumrah. Akan tetapi, jika dilakukan secara berlebihan atau bahkan disengaja agar orang lain melihatnya sebagai tanda bahwa dirinya sedang berpuasa, maka itu dapat dikategorikan sebagai riya’ (pamer). Dalam Islam, riya’ adalah perbuatan yang dapat mengurangi pahala ibadah, bahkan bisa membuat ibadah tidak diterima oleh Allah. Selengkapnya baca di 👇

Buletin Jum’at Hamzanwadi edisi 228

Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHAIDI

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA