Kompetisi merebut piala taqwa di bulan Ramadhan
Sadar atau tidak, bahwa saat ini Allah sedang menghadapkan kita kepada kompetisi yang sangat besar. Lebih besar dari liga Inggris, liga Eropa ataupun liga itali. Allah yang maha pencipta mempersiapkan dalam kompetisi tersebut hadiah yang sangat besar. Hadiah tersebut adalah hadiah terbesar yang nilainya tidak bisa disamakan oleh seluruh hadiah kompetisi yang ada diatas dunia, hadiah tersebut adalah taqwa.
Besarnya nilai dari hadiah yang disediakan sebanding dengan kesulitan dan beratnya kompetisi yang dilalui. Adapun bentuk kompetisinya adalah menahan diri. Menahan diri dari segala pantangan yang menjadikan orang bisa mendapatkan kartu kuning, bahkan bisa mendapatkan kartu merah, sehingga tidak dapat mengikuti kompetisi tersebut.
Kartu kuning adalah perumpamaan yang penulis gambarkan bagi orang yang dengan sengaja membatalkan puasanya atau sengaja tidak berpuasa. Bagi mereka ini hanya dikenakan dosa dan masih boleh mengikuti puasa di hari berikutnya. Adapun orang yang mendapatkan kartu merah adalah gambaran yang penulis umpamakan bagi orang yang dengan sengaja membatalkan puasanya atau tidak berpuasa, tidak sampai di situ, dia juga mengentengkan kewajiban berpuasa dan mengatakan puasa Ramadhan hukumnya tidak wajib. Orang seperti ini terhitung murtad karena telah merendahkan perintah yang diwajibkan Allah, serta telah merubah hukum yang sudah qot’i (pasti) wajibnya menjadi tidak wajib. Mereka ini terhitung murtad (keluar dari agama Islam). Puasa mereka tidak diterima dan mereka sudah tidak boleh mengikuti puasa Ramadhan dihari berikutnya, kecuali setelah mereka mengikrarkan kembali keislamannya dengan dua kalimat syahadat.
Di samping menahan diri, dalam ibadah puasa juga dianjurkan banyak beramal saleh. Anjuran tersebut seimbang dengan apa yang sudah disediakan Allah pada bulan suci Ramadhan. Padanya kwalitas nilai amal dilipat gandakan. Dengan lipatan nilai amal tersebut diharapkan mampu mengumpulkan amal yang sebanyak-banyaknya untuk memperoleh piala taqwa. Selengkapnya baca disini 👇
BULETIN JUM’AT HAMZANWADI EDISI 79
Pemuda NWDI





